Nasib pembicaraan damai ada di tangan Israel & Palestina
Kamis, 15 Mei 2014 - 14:47 WIB
Nasib pembicaraan damai ada di tangan Israel & Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry menyatakan, massa depan pembicaraan damai di Timur Tengah ada di tangan Palestina dan Israel. Hanya keduanya yang bisa menentukan pembicaraan tersebut berlanjut atau terhenti.
Kerry menyampaikan hal tersebut langsung kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, saat keduanya mengadakan pertemuan di London, Inggris, Rabu (14/5/2014) malam waktu setempat.
"Sekretaris Kerry menjelaskan, untuk saat ini pintu perdamaian masih sangat terbuka. Namun, semua kembali kepada kedua belah pihak untuk menentukan apakah mereka bersedia untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk melanjutkan negosiasi atau tidak," ungkap seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (15/5/2014).
“Agar semuanya bisa berlanjut, pemerintah Palestina perlu untuk mengakui Israel, berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan kekerasan, dan mematuhi kesepakatan sebelumnya,” pejabat tersebut menambahkan.
Dia juga menegaskan agar kedua belah pihak (Israel dan Palestina) mau dan harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang pada akhirnya bisa semakin mempersulit pembicaraan damai ini terwujud kembali.
Kerry menyampaikan hal tersebut langsung kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, saat keduanya mengadakan pertemuan di London, Inggris, Rabu (14/5/2014) malam waktu setempat.
"Sekretaris Kerry menjelaskan, untuk saat ini pintu perdamaian masih sangat terbuka. Namun, semua kembali kepada kedua belah pihak untuk menentukan apakah mereka bersedia untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk melanjutkan negosiasi atau tidak," ungkap seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (15/5/2014).
“Agar semuanya bisa berlanjut, pemerintah Palestina perlu untuk mengakui Israel, berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan kekerasan, dan mematuhi kesepakatan sebelumnya,” pejabat tersebut menambahkan.
Dia juga menegaskan agar kedua belah pihak (Israel dan Palestina) mau dan harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang pada akhirnya bisa semakin mempersulit pembicaraan damai ini terwujud kembali.
(esn)