UE perluas sanksi Rusia, tambah bantuan untuk Ukraina
Senin, 12 Mei 2014 - 13:55 WIB
UE perluas sanksi Rusia, tambah bantuan untuk Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Uni Eropa (UE) sepertinya akan memperluas perannya dalam krisis yang terjadi di Ukraina. UE dikabarkan sedang mempersiapkan sanksi baru bagi Rusia dan menambah bantuan untuk Ukraina.
Seperti dilansir Channel News Asia, untuk pertama kalinya Presiden Dewan UE, Herman Van Rompuy yang mewakili 28 negara anggota UE, akan terbang ke Ukraina pada hari ini (Senin, 12/5/2014) untuk bertemu dengan para pemimpin Ukraina.
"Saya akan melakukan perjalanan ke Kiev, untuk melanjutkan pembicaraan kita tentang bagaimana menstabilkan situasi di Ukraina menjelang pemilihan presiden pada 25 Mei, bagaimana mengakhiri kekerasan di Ukraina, dan cara membuat dialog nasional yang inklusif,” ungkap Van Rompuy.
Dia juga menjelaskan, bahwa dia datang ke Kiev atas undangan Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatsenyuk. Undangan ini datang paska pertemuan para Menteri Luar Negeri UE di Brussels yang membahas mengenai solusi untuk mengatasi krisis terburuk di Eropa sejak Perang Dingin itu.
UE dikabarkan akan memberikan bantuan dana kepada pihak Ukraina untuk membantu menstabilkan kondisi ekonomi negara. UE akan memberikan bantukan sebesar USD 15 miliar dalam bentuk hibah dan pinjaman. Mereka juga membicarakan mengenai sanksi untuk Rusia.
UE sendiri sejauh ini telah memberlakukan sanksi berupa pembekuan aset dan larangan visa terhadap 48 orang dan perusahaan Rusia, karena melanggar atau mengancam integritas teritorial Ukraina.
Sanksi itu sendiri berpotensi semakin meluas bila krisis di Ukraina tak kunjung reda. UE juga menyatakan bisa memberikan sanksi kepada perusahaan yang telah memperoleh manfaat dari aneksasi Crimea oleh Rusia.
Seperti dilansir Channel News Asia, untuk pertama kalinya Presiden Dewan UE, Herman Van Rompuy yang mewakili 28 negara anggota UE, akan terbang ke Ukraina pada hari ini (Senin, 12/5/2014) untuk bertemu dengan para pemimpin Ukraina.
"Saya akan melakukan perjalanan ke Kiev, untuk melanjutkan pembicaraan kita tentang bagaimana menstabilkan situasi di Ukraina menjelang pemilihan presiden pada 25 Mei, bagaimana mengakhiri kekerasan di Ukraina, dan cara membuat dialog nasional yang inklusif,” ungkap Van Rompuy.
Dia juga menjelaskan, bahwa dia datang ke Kiev atas undangan Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatsenyuk. Undangan ini datang paska pertemuan para Menteri Luar Negeri UE di Brussels yang membahas mengenai solusi untuk mengatasi krisis terburuk di Eropa sejak Perang Dingin itu.
UE dikabarkan akan memberikan bantuan dana kepada pihak Ukraina untuk membantu menstabilkan kondisi ekonomi negara. UE akan memberikan bantukan sebesar USD 15 miliar dalam bentuk hibah dan pinjaman. Mereka juga membicarakan mengenai sanksi untuk Rusia.
UE sendiri sejauh ini telah memberlakukan sanksi berupa pembekuan aset dan larangan visa terhadap 48 orang dan perusahaan Rusia, karena melanggar atau mengancam integritas teritorial Ukraina.
Sanksi itu sendiri berpotensi semakin meluas bila krisis di Ukraina tak kunjung reda. UE juga menyatakan bisa memberikan sanksi kepada perusahaan yang telah memperoleh manfaat dari aneksasi Crimea oleh Rusia.
(esn)