Wanita berjanggut asal Austria menang kontes bernyanyi

Senin, 12 Mei 2014 - 12:10 WIB
Wanita berjanggut asal...
Wanita berjanggut asal Austria menang kontes bernyanyi
A A A
Sindonews.com – Conchita Wusrt, 25, si wanita berjanggut asal Austria menjadi sorotan dunia. Dia baru saja memenangkan kontes bernyanyi di acara “Eurovision Song Contest” yang disiarkan saluran televisi di 45 negara dan ditonton 180 juta orang.

Wurst yang mengenakan sepatu hak tinggi, bulu mata kupu-kupu dan tidak mencukur janggutnya mendapat banyak dukungan saat menyanyikan lagu “Calm After The Storm”.

Wurst ternyata bukan wanita normal. Dia terlahir sebagai laki-laki dengan nama Tom Neuwirth. ”Bagi saya, mimpi saya telah menjadi kenyataan,” katanya dalam konferensi pers, usai kontes yang berlangsung Sabtu malam lalu.

“Tapi untuk masyarakat kita, itu hanya menunjukkan kepada saya, bahwa ada orang di luar sana yang ingin pergi ke masa depan. Anda tahu saya tidak mundur atau berpikir di masa lalu,” lanjut dia, seperti dilansir news.com.au, Senin (12/5/2014).

Pihak penyelenggara di Denmark, menyatakan toleransi menjadi tema utama untuk acara tahun ini. Kemenangan Wurst menjadi perbincangan publik dunia, karena dianggap sebagai perlawanan undang-udang anti-gay di Rusia. Pihak penyelenggara sengaja mengibarkan bendera berwarna pelangi yang melambangkan kebanggaan gay di Kopenghagen selama seminggu lalu.

”Saya berharap kami bisa mengubah beberapa pikiran orang,” kata asisten Wusrt, René Berto. ”Ini hanya seorang wanita dengan janggut. Tapi kita seperti telah mendarat di bulan,” lanjut dia.

Kemenangan Wurst menjadi pemenang pertama acara “Eurovision Song Contest” sebagai peserta teraneh sejak kontes itu digelar tahun 1966. Kemenangannya memicu kontroversi di beberapa negara. Bahkan, di Belarusia, Armenia dan Rusia yang pemerintahnya mengeluarkan peraturan anti-propaganda gay membuat petisi online untuk melarang Wusrt ikut kontes.

”Kami melakukannya. Ini adalah hal yang paling menakjubkan. Tapi saya tahu, dia akan menang Saya hanya tahu itu,” kata Damel Saric, penggemar acara kontes asal Austria kepada Reuters.

Kontes Eurovision sejatinya diciptakan untuk mempersatukan warga berbagai dunia setelah Perang Dunia II. Tapi, konflik politik ikut meramaikan kontes ini. Wurst sendiri mengaku mendukung Ukraina yang saat ini bersitegang dengan Rusia.
(mas)
Berita Terkait
Dihantam Skandal Korupsi,...
Dihantam Skandal Korupsi, Kanselir Austria Mengundurkan Diri
Demi Uang Pensiun, Pria...
Demi Uang Pensiun, Pria di Austria Simpan Mayat Ibunya Selama Setahun
Ikuti Pameran Kitchen+Bathroom...
Ikuti Pameran Kitchen+Bathroom Indonesia, Blum Tawarkan Ragam Perlengkapan Furnitur
Fabio Di Giannantonio...
Fabio Di Giannantonio Absen di MotoGP Austria 2024 akibat Dislokasi Bahu
Covid-19 Melonjak, Austria...
Covid-19 Melonjak, Austria Terapkan Lockdown
Kentut di Depan Polisi,...
Kentut di Depan Polisi, Warga Austria Didenda Rp8 Juta
Berita Terkini
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
15 menit yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
59 menit yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
1 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
2 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
2 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved