Dubes UE untuk RI ungkap alasan Turki belum bisa gabung Eropa
Selasa, 06 Mei 2014 - 16:42 WIB
Dubes UE untuk RI ungkap alasan Turki belum bisa gabung Eropa
A
A
A
Sindonews.com – Turki yang secara geografis dekat dengan Eropa gagal menjadi anggota Uni Eropa (UE) meski sudah berupaya sejak beberapa tahun lalu. Salah satu faktor penyebab kegagalan itu, karena Turki dianggap sebagai salah satu pusat kelompok eskremis dan situasi di negara itu belum dianggap stabil.
Namun, UE kini mulai membuka pintu bagi Turki untuk bisa bergabung. Sikap terbuka UE untuk Turki itu terungkap dalam diskusi bertajuk "Hubungan Indonesia-UE: Merangkul NilaI-nilai Bersama", di Jakarta pada Selasa (6/5/2014). Duta Besar UE untuk Indonesia, Brunei dan ASEAN, Olof Skoog, berharap Turki bisa cepat bergabung.
"Secara pribadi saya mendukung Turki masuk UE, namun untuk masuk ke UE dibutuhkan tahapan-tahapan serta kriteria tertentu," kata Skoog, saat ditanya mengenai gagalnya Turki menjadi anggota UE.
Menurut dia, Turki adalah negara yang sangat besar, dengan populasi penduduk Muslim yang besar di Eropa. Keadaan politik yang belum stabil di negara tersebut menjadi salah satu acuan mengapa UE belum menerima Turki sebagai anggotanya. Namum, beberapa pihak merasa alasan utama UE menolak keanggotaan Turki karena negara tersebut mayoritas warganya Muslim.
Skoog meyakini bila Turki bisa menjadi salah satu anggota mereka, maka hal tersebut dapat membuat UE menjadi semakin kuat dan besar. Skoog juga membandingkan Turki dengan Krosia yang telah berhasil menjadi salah satu anggota UE.
“Kroasia dan Turki merupakan dua negara yang sangat berbeda.Turki adalah negara yang jauh lebih besar dari Kroasia dan memiliki daerah dan penduduk lebih banyak, sehingga lebih banyak kriteria yang harus dipenuhi Turki dibandingkan dengan Kroasia,” papar Skoog.
Namun, UE kini mulai membuka pintu bagi Turki untuk bisa bergabung. Sikap terbuka UE untuk Turki itu terungkap dalam diskusi bertajuk "Hubungan Indonesia-UE: Merangkul NilaI-nilai Bersama", di Jakarta pada Selasa (6/5/2014). Duta Besar UE untuk Indonesia, Brunei dan ASEAN, Olof Skoog, berharap Turki bisa cepat bergabung.
"Secara pribadi saya mendukung Turki masuk UE, namun untuk masuk ke UE dibutuhkan tahapan-tahapan serta kriteria tertentu," kata Skoog, saat ditanya mengenai gagalnya Turki menjadi anggota UE.
Menurut dia, Turki adalah negara yang sangat besar, dengan populasi penduduk Muslim yang besar di Eropa. Keadaan politik yang belum stabil di negara tersebut menjadi salah satu acuan mengapa UE belum menerima Turki sebagai anggotanya. Namum, beberapa pihak merasa alasan utama UE menolak keanggotaan Turki karena negara tersebut mayoritas warganya Muslim.
Skoog meyakini bila Turki bisa menjadi salah satu anggota mereka, maka hal tersebut dapat membuat UE menjadi semakin kuat dan besar. Skoog juga membandingkan Turki dengan Krosia yang telah berhasil menjadi salah satu anggota UE.
“Kroasia dan Turki merupakan dua negara yang sangat berbeda.Turki adalah negara yang jauh lebih besar dari Kroasia dan memiliki daerah dan penduduk lebih banyak, sehingga lebih banyak kriteria yang harus dipenuhi Turki dibandingkan dengan Kroasia,” papar Skoog.
(esn)