Gedung dibakar, massa anti-Kiev dibakar hidup-hidup

Sabtu, 03 Mei 2014 - 09:05 WIB
Gedung dibakar, massa...
Gedung dibakar, massa anti-Kiev dibakar hidup-hidup
A A A
Sindonews.com – Massa pro-Kiev atau pendukung Pemerintah Ukraina mengamuk Jumat kemarin. Mereka membakar gedung serikat buruh di Odessa, Ukraina tenggara yang dihuni massa anti-Kiev penuntut otonomi.

Data resmi dari Pemerintah Ukraina menyatakan, 31 orang tewas dalam pembakaran gedung itu. Beberapa aktivis anti-Kiev yang berhasil melarikan diri memberikan kesaksian atas aksi brutal massa pro-Kiev. (Baca: Pertumparahan darah kembali pecah di Ukraina, puluhan tewas)

Salah satu aktivis anti-Kiev, Aleksey Albu, mengatakan, serangan massa pro-Kiev atau dikenal sebagai kelompok sayap kanan ultra-nasionalis Ukraina sangat mengerikan. Dia mengaku dipukuli sebelum akhirnya berhasil meloloskan diri dari amukan massa itu.

”Militan sayaPkanan tiba dari Kharkov ke Odessa hari ini (kemarin). Mereka pertama kali menyerang pusat kota, dan kemudian mereka pindah ke kampa demonstran anti – Kiev,” kata Albu yang ada di rumah sakit kepada Russia Today dalam wawancara via telepon, yang dilansir Sabtu (3/5/2014).

Saat serangan terjadi, sekitar 200 orang berada di kamp-kamp. Sekitar 100 orang di antaranya para wanita dan pria tua. Massa pro-Kiev mengamuk dan melemparkan bom molotov. “Orang-orang di kamp kemudian membarikade diri mereka di dalam gedung serikat buruh,” ujar Albu.

Selain itu, massa pro-Kiev juga melempar granat kejut dan menembakkan gas air mata ke dalam gedung, sebelum akhirnya gedung dibakar.”Ketika kami melompat keluar dari jendela dari lantai dua, kami bertemu dengan massa radikal sayap kanan. Mereka menendang kami dengan kaki yang dilapisi rantai. Saya mengalami luka sayatan enam sentimeter, dan sekarang menunggu untuk mendapatkan jahitan,” katanya.

Menurutnya, para polisi yang berjaga tidak melindungi dan membela para demonstran yang terjebak di dalam gedung yang dibakar. Dia juga menjadi saksi, bahwa banyak orang dari demonstran anti-Kiev dibakar hidup-hidup. ”Dari apa yang kita lihat terjadi di bawah sini, saya melihat orang-orang (pro-Kiev) tidak akan membiarkan kita keluar dari sini hidup-hidup,” lanjut dia.

Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Danylo Lubkivsky kepada BBC menyesalkan insiden yang yang menyebabkan banyak nyawa melayang itu. Dia menyalahkan pihak Rusia dalam perang saudara kali ini, dengan menuduh agen khusus Rusia terlibat dalam kekacauan.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
2 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
3 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
4 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
5 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
6 jam yang lalu
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved