PBB kutuk serangan terhadap sekolah di Suriah
Kamis, 01 Mei 2014 - 18:15 WIB
PBB kutuk serangan terhadap sekolah di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya 10 anak tewas dan sekitar 19 orang lainnya terluka dalam sebuah serangan bom yang menargetkan sebuah sekolah di kota Allepo. Serangan ini dilancarkan oleh pasukan pemerintah Suriah, Rabu (30/4/2014).
PBB pada Kamis (1/5/2014) mengatakan, serangan tersebut merupakan sebuah pelanggaran hukum yang sangat mengerikan. Seperti dilansir Aljazeera, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris menyatakan, serangan tersebut menghantam sekolah Ein Jalout di timur kota Allepo.
Valerie Amos, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, mengaku sangat terkejut oleh serangan tersebut. "Ini benar-benar mengerikan, apa yang terjadi di Allepo di mana anak-anak, wanita, pria, secara langsung menjadi target penyerangan," ungkap Amos.
“Jelas sekali, ini adalah pelanggaran berat terhadap peraturan dasar peperangan, di mana anak-anak dan wanita tidak boleh menjadi target,” Amos menambahkan. PBB juga mengatakan, resolusi dewan keamanan untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk Suriah dua bulan yang lalu, tidak bekerja.
"Situasi kemanusiaan di Suriah adalah sebuah bencana luar biasa. Lebih dari dua bulan setelah resolusi PBB untuk meringankan penderitaan warga sipil dan kejahatan perang diaopsi, situasi di sana (suriah) tidak berubah," ungkap Jose Luis Diaz , kepala kantor PBB di New York.
Ribuan anak-anak Suriah telah tewas sejak konflik internal pecah di Suriah tiga tahun lalu, di mana pemberontak meminta Presiden Bashar al-Assad mundur dari jabatannya agar rezimnya segera berakhir.
PBB pada Kamis (1/5/2014) mengatakan, serangan tersebut merupakan sebuah pelanggaran hukum yang sangat mengerikan. Seperti dilansir Aljazeera, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris menyatakan, serangan tersebut menghantam sekolah Ein Jalout di timur kota Allepo.
Valerie Amos, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, mengaku sangat terkejut oleh serangan tersebut. "Ini benar-benar mengerikan, apa yang terjadi di Allepo di mana anak-anak, wanita, pria, secara langsung menjadi target penyerangan," ungkap Amos.
“Jelas sekali, ini adalah pelanggaran berat terhadap peraturan dasar peperangan, di mana anak-anak dan wanita tidak boleh menjadi target,” Amos menambahkan. PBB juga mengatakan, resolusi dewan keamanan untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk Suriah dua bulan yang lalu, tidak bekerja.
"Situasi kemanusiaan di Suriah adalah sebuah bencana luar biasa. Lebih dari dua bulan setelah resolusi PBB untuk meringankan penderitaan warga sipil dan kejahatan perang diaopsi, situasi di sana (suriah) tidak berubah," ungkap Jose Luis Diaz , kepala kantor PBB di New York.
Ribuan anak-anak Suriah telah tewas sejak konflik internal pecah di Suriah tiga tahun lalu, di mana pemberontak meminta Presiden Bashar al-Assad mundur dari jabatannya agar rezimnya segera berakhir.
(esn)