Hamas-Fatah bersatu, AS dan Israel kesal

Kamis, 24 April 2014 - 16:48 WIB
Hamas-Fatah bersatu,...
Hamas-Fatah bersatu, AS dan Israel kesal
A A A
Sindonews.com -Dua faksi Palestina, Fatah dan Hamas telah mengumumkan kesepakatan berekonsiliasisetelah berseberangan dan berbagi kekuasaan sejak 2007.

Bersatunya dua faksi Palestina itu membuat kesal Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menganggap Hamas sebagai faksi garis keras yang harus dimusuhi.

Kesepakatan rekonsiliasi itu terjadi di tengah retaknya pembicaraan damai antara Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan kubu Israel. Setelah pengumuman itu muncul, Israel kesal dan menyatakan tidak akan menghadiri sesi sesi negosiasi telah direncanakan antara Palestina dan Israel.

Pihak AS juga geram dengan bersatunya dua faksi Palestina itu untuk membentuk pemerintahan secara bersama-sama. “Pemerintah Palestina harus jelas dan eksplisit berkomitmen untuk non-kekerasan, mengakui negara Israel, dan menerima perjanjian serta kewajiban yang disepakati kedua pihak sebelumnya,” kata seorang pejabat AS kepada Reuters, Kamis (24/4/2014) dalam kondisi anonim.

”Jika pemerintah Palestina yang baru terbentuk, kita akan menilai itu didasarkan pada kepatuhan terhadap ketentuan di atas, yang kebijakan dan tindakan akan berdampak sesuai hukum AS,” lanjut pejabat itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki mengatakan Washington kecewa dengan pengumuman itu. ”Sulit untuk melihat bagaimana Israel bisa diharapkan bernegosiasi dengan pemerintah yang tidak mempunyai hak untuk ada,” kata Psaki menyindir faksi Hamas yang tidak diakui AS dalam pemerintahan Palestina.

Sementara itu, Perdana Menteri dari Hamas Ismail Haniya senang dengan rekonsiliasi itu. ”Ini adalah berita bagus,” ucapnya. Sedangkan Presiden Palestina dari faksi Fatah, Mahmoud Abbas juga menyambut rekonsiliasi itu dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan, urusan rekonsiliasi adalah urusan dalam negeri Palestina, dan pihak luar termasuk AS dan Israel tidak berhak menilai. ”Tidak ada hubungannya antara rekonsiliasi dan komitmen pembicaraan damai atas dasar solusi dua negara (Israel dan Palestina),” kata Abbas.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
9 menit yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
1 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
1 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved