Obama dianggap lemah untuk melawan Putin

Selasa, 22 April 2014 - 13:39 WIB
Obama dianggap lemah...
Obama dianggap lemah untuk melawan Putin
A A A
Sindonews.com –Pamor Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dianggap lemah di mata warganya, ketika menghadapi dominasi Rusia dalam krisis di Ukraina timur. Mantan senator AS, Bob Dole bahkan menantang agar pemerintahannya mengirim senjata ke Ukraina untuk menjadi peringatan bagi Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dole yang juga mantan calon presiden dari Partai Republik AS mengatakan, pemerintah Obama harus mengirim senjata, termasuk tank tempur ke Ukraina agar negara itu bisa melawan Rusia. Komentar Dole itu muncul, ketika Wakil Presiden AS, Joe Biden, menemui para pemimpin baru Ukraina di Kiev yang berlangsung hingga hari ini (22/4/2014).

Dole sebuah pidato di sebuah acara di pinggiran Kota Kansas, Overland Park, dia menyayangkan lemahnya kebijakaan luar negeri AS di era Obama, terutama ketika berhadapan dengan Rusia dalam krisis Ukraina.

“Ada banyak hal yang bisa kami lakukan. Kita bisa memberikan Ukraina yang miskin dengan beberapa senjata,” kata Dole di hadapan sekitar 75 orang, seperti dikutip Fox News.“Putin, saya pikir merasa bahwa Obama tidak akan melakukan apa-apa, jadi dia punya tangan yang cukup bebas,” lanjut dia.

Dia pernah mengusulkan agar AS membangun sistem pertahanan rudal di Polandia. Namun,pada tahun 2009, Obama membatalkannya, meskipun sekarang secara bertahap akan membangunnya lagi hingga 2018.

”Saya pikir, pertama-tama saya akan mengirim beberapa tank dan beberapa senjata untuk membantu orang-orang Ukraina,” kata Dole membayangkan kebijakan Obama yang harusnya dilakukan untuk menghadapi Rusia. ”Putin akan mengerti bahwa kita serius. Mereka akan tahu konsekuensinya,” lanjut dia.”Kebijakan luar negeri kami cukup lemah,” imbuh dia.

Sementara itu, Pemerintah AS belum tertarik untuk terlibat konflik secara terbuka dengan Rusia. Obama pernah mengatakan, bahwa militer AS lebih kuat dibanding militer Rusia dan dia tidak ingin berperang dengan Rusia. (Baca: Klaim lebih kuat, Obama: AS tak perlu perang dengan Rusia)

Sedangkan Departemen Luar Negeri AS mengancam Putin untuk dikenakan sanksi jika Rusia tidak berhenti membuat kekacauan di Ukraina timur. Departemen itu juga melansir bukti keterlibatan pasukan Rusia di Ukraina timur, berupa sejumlah foto yang bersumber dari diplomat Ukraina.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved