Lumba-lumba militer AS & Rusia bakal berhadapan

Selasa, 22 April 2014 - 10:03 WIB
Lumba-lumba militer...
Lumba-lumba militer AS & Rusia bakal berhadapan
A A A
Sindonews.com - Lumba-lumba militer Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang dilatih khusus dalam pertempuran di bawah laut, kemungkinan akan berhadapan untuk pertama kalinya di Laut Hitam. AS dan Rusia bersitegang, setelah AS medukung Ukraina yang tengah berseteru dengan Rusia dalam krisis di Ukraina timur.

Surat kabar Rusia, Izvestia, melaporkan, kemungkinan pertemuan lumba-lumba militer dua negara adidaya itu akan menjadi fokus ketegangan bagi Angkatan Laut Rusia dan negara-negara Barat.

”Ini sangat mungkin terjadi bahwa lumba-lumba militer Amerika dan Rusia akan bertemu di laut terbuka untuk pertama kalinya,” tulis media Rusia itu, semalam (21/4/2014). “Telah diketahui bahwa lumba-lumba tersebut dilatih hanya di Rusia dan Amerika Serikat.”

Setelah Uni Soviet runtuh, program lumba-lumba militer diserahkan kepada Angkatan Laut Ukraina. Lumba-lumba itu awalnya dilatih untuk bekerja untuk membantu anak-anak cacat dan misi sipil lainnya. Namun, hewan laut itu dilatih kembali untuk misi militer pada tahun 2011.

Program ini muncul sejak tahun 1960-an. Kemudian dibubarkan Angkatan Laut Ukraina. Oleh Angkatan Laut Rusia lumba-lumba militer itu dikembangkan untuk membantu mereka.

“Insinyur oceanarium ini sedang mengembangkan instrumen untuk aplikasi baru guna meningkatkan efisiensi operasional dari lumba-lumba laut,” kata seorang karyawan yang bekerja mengurus lumba-lumba militer Rusia kepada Ria Novosti dalam kondisi anonim.

Sedangkan AS juga mengembangkan lumba-lumba militer untuk membantu misi Angkatan Laut mereka. Pusat pelatihan lumba-lumba militer itu berada di San Diego.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
45 menit yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
2 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
2 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
3 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
4 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved