Hendak rayakan paskah, rombongan PBB ditahan polisi Israel
Minggu, 20 April 2014 - 12:12 WIB
Hendak rayakan paskah, rombongan PBB ditahan polisi Israel
A
A
A
Sindonews.com – Seorang diplomat PBB menuduh pihak Israel mencoba menghalangi dia dan beberapa diplomat lainnya ketika akan melaksanakan ritual Api Kudus di situs pemakanan Yesus di Yarusalem.
Ritual Api Kudus adalah ritual pra Paskah yang biasa dilaksanakan oleh para umat Kristiani.
Robert Serry, utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah, mengatakan dalam sebuah pernyataan, petugas keamanan Israel telah menghentikan kelompok jamaah Palestina dan diplomat PBB ketika dalam perjalanan menuju gereja.
"Ini menjadi sangat berbahaya karena ada kerumunan besar dan saya mencoba mendorong pagar logam yang dipasang polisi di dekat gereja, kerumunan mencoba untuk mendorong pagar tersebut dengan sangat keras," ungkap Serry.
"Saya tidak mengerti mengapa hal ini terjadi. Saya tidak mengatakan saya merasa hidup saya dalam bahaya, tapi ini bukan sesuatu yang Anda asosiasikan dengan prosesi damai untuk Paskah," tambah Serry.
Israel sendiri menolak laporan tersebut, menyebutnya upaya untuk mengembang insiden kecil dan mereka mencatat tidak ada kekerasan yang dilaporkan kepada puluhan ribu orang Kristen yang memadati Gereja Holy Sepulchre di kota tua Yerusalem.
Ritual Api Kudus adalah ritual pra Paskah yang biasa dilaksanakan oleh para umat Kristiani.
Robert Serry, utusan perdamaian PBB untuk Timur Tengah, mengatakan dalam sebuah pernyataan, petugas keamanan Israel telah menghentikan kelompok jamaah Palestina dan diplomat PBB ketika dalam perjalanan menuju gereja.
"Ini menjadi sangat berbahaya karena ada kerumunan besar dan saya mencoba mendorong pagar logam yang dipasang polisi di dekat gereja, kerumunan mencoba untuk mendorong pagar tersebut dengan sangat keras," ungkap Serry.
"Saya tidak mengerti mengapa hal ini terjadi. Saya tidak mengatakan saya merasa hidup saya dalam bahaya, tapi ini bukan sesuatu yang Anda asosiasikan dengan prosesi damai untuk Paskah," tambah Serry.
Israel sendiri menolak laporan tersebut, menyebutnya upaya untuk mengembang insiden kecil dan mereka mencatat tidak ada kekerasan yang dilaporkan kepada puluhan ribu orang Kristen yang memadati Gereja Holy Sepulchre di kota tua Yerusalem.
(esn)