Cegah Ukraina terbelah, Kiev luncurkan operasi militer

Selasa, 15 April 2014 - 16:06 WIB
Cegah Ukraina terbelah,...
Cegah Ukraina terbelah, Kiev luncurkan operasi militer
A A A
Sindonews.com – Presiden interim Ukraina, Oleksandr Turchynov, mengumumkan, bahwa Ukraina telah menggelar operasi militer terhadap para demonstran anti-Pemerintah.

Operasi militer di gelar di wilayah Ukraina timur dengan dalih untuk mencegah negara itu terbelah lagi setelah kehilangan Crimea.

Turchynov menyebut operasi militer itu sebagai operasi anti-teroris. ”Operasi anti-teroris mulai semalam, Senin,” katanya, Selasa (15/4/2014). ”Tujuan dari operasi ini adalah untuk melindungi warga Ukraina.”

Selain itu, lanjut dia, operasi anti-teroris juga sebagai upata untuk mencegah agar Ukraina tidak terpecah-pecah lagi.

Operasi itu menargetkan, para pengunjuk rasa anti -pemerintah di Ukraina timur dan tenggara yang memprotes pihak berwenang Ukraina hasil kudeta terhadap Pemerintahan Viktor Yanukovych (sekutu Rusia).

Para demonstran menuntut reformasi konstitusi yang mencakup kepentingan semua wilayah di Ukraina. Mereka juga mengusulkan federalisasi negara dan untuk menetapkan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi kedua. Tuntutan itu wajar, mengingat mayoritas warga di Ukraina timur merupakan warga etnis Rusia.

Laman Rusia Today melaporkan, batalion pertama Garda Nasional Ukraina telah meninggalkan Kiev untuk menuju ke Ukraina timur dan tenggara. Aksi pasukan Ukraina itu telah dikonfirmasi Kepala Keamanan Nasional dan Dewan Pertahanan Ukraina, Andrey Parubiy.

Menurut Parubiy, batalion itu terdiri dari relawan pasukan pertahanan diri Maidan. Operasi itu dimulai setelah Turchynov menandatangani sebuah dekrit untuk melegalkan operasi anti-teroris di Ukraina timur.

“Keputusan Keamanan dan Pertahanan Dewan Nasional pada 13 April 2014, memerintahkan langkah-langkah yang mendesak untuk mengatasi ancaman teritorial, serta untuk menjaga integritas teritorial Ukraina,” bunyi dekrit itu.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
16 menit yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
37 menit yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
6 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved