Pembicaraan damai Israel-Palestina masih alami kebuntuan
Senin, 07 April 2014 - 14:43 WIB
Pembicaraan damai Israel-Palestina masih alami kebuntuan
A
A
A
Sindonews.com – Pembicaraan damai terakhir antara pihak negoisator dengan pihak Palestina dan Israel, Minggu (6/4/2014), masih mengalami kebuntuan. Pembicaraan ini bertujuan untuk menyelamatkan pembicaraan damai antara kedua negara yang sedang di ujung tanduk.
“Krisis berlanjut, selama pertemuan berlangsung, Israel selalu mengancam Palestina, dan tidak ada solusi ditemukan dalam pertemuan tersebut,” ungkap seorang pejabat Palestina , dalam kondisi anonimitas, seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (7/4/2014).
Walaupun pembicaraan damai antara kedua belah pihak berada di ambang kegagalan, menurut salah seorang pejabat Israel, pihak Amerika Serikat (AS) yang diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri John Kerry masih dalam kondisi tenang.
"Kami memperhatikan ketenangan dalam cara orang Amerika memperlakukan (proses perdamaian), dan itu jelas bahwa Kerry hari ini tidak sama dengan Kerry beberapa minggu yang lalu," ungkap pejabat tersebut dalam kondisi anonimitas.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengancam akan membalas tindakan Palestina jika terus melanjutkan langkah untuk bergabung dengan beberapa badan PBB.
"Ini hanya akan membuat perjanjian damai semakin jauh dari reaslisasi. Setiap langkah sepihak mereka (Palestina) ambil akan dijawab oleh langkah sepihak oleh pihak kami,” ungkap Netanyahu.
“Krisis berlanjut, selama pertemuan berlangsung, Israel selalu mengancam Palestina, dan tidak ada solusi ditemukan dalam pertemuan tersebut,” ungkap seorang pejabat Palestina , dalam kondisi anonimitas, seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (7/4/2014).
Walaupun pembicaraan damai antara kedua belah pihak berada di ambang kegagalan, menurut salah seorang pejabat Israel, pihak Amerika Serikat (AS) yang diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri John Kerry masih dalam kondisi tenang.
"Kami memperhatikan ketenangan dalam cara orang Amerika memperlakukan (proses perdamaian), dan itu jelas bahwa Kerry hari ini tidak sama dengan Kerry beberapa minggu yang lalu," ungkap pejabat tersebut dalam kondisi anonimitas.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengancam akan membalas tindakan Palestina jika terus melanjutkan langkah untuk bergabung dengan beberapa badan PBB.
"Ini hanya akan membuat perjanjian damai semakin jauh dari reaslisasi. Setiap langkah sepihak mereka (Palestina) ambil akan dijawab oleh langkah sepihak oleh pihak kami,” ungkap Netanyahu.
(esn)