Sebelum diculik di Sabah, warga China SMS ke ibunya
Jum'at, 04 April 2014 - 09:24 WIB
Sebelum diculik di Sabah, warga China SMS ke ibunya
A
A
A
Sindonews.com – Gao Huayun, 29, turis asal China, yang diculik di sebuah resor di Semporna, Sabah, Malaysia pada Rabu malam, sempat mengirim pesan singkat atau SMS kepada ibunya. SMS itu dikirim beberapa menit sebelum korban diculik.
Penculikan warga China itu menyulut ketegangan antara China dan Malaysia, setelah tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, di mana 153 warga China menjadi penumpang pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu.
Ayah korban mengatakan kepada Stasiun Radio Shanghai People’s, bahwa putrinya mengirim SMS sekitar pukul 22.00 malam. ”Tak lama setelah itu pasangan (orangtua korban) mem-posting tulisan di app WeChat bahwa putrinya diculik. Banyak orang mulai meneleponnya untuk minta konfirmasi,” bunyi laporan radio itu mengutip keterangan ayah korban.
Dari halaman media sosial Kaixinwang, Gao Huayun, 29, menulis bahawa dia sedang menikmati perjalanan secara sendirian. Dia menyatakan, telah berkunjung ke Tibet, Filipina, Korea Selatan dan di seluruh negeri itu (Malaysia).
Gao yang baru saja mendaftar untuk kuliah di Inggris, berangkat ke Malaysia pada Selasa dengan seorang teman. Teman Gao, yang hanya dikenal bermarga Su, mengatakan kepada salah satu stasiun televisi, bahwa mereka pergi ke Semporna untuk belajar menyelam.
Su meninggalkan Gao yang tengah mandi. ”(Ketika) dia selesai mandi, saya kembali ke kamar. Saya melihat pintu itu terbuka dan dia tidak ada,” kata Su. Dia menunggu Gao di sebuah ruangan, dan 30 menit kemudian dia melihat sejumlah polisi berpatroli di sekitar resor.
“Setelah beberapa saat, seseorang mengetuk pintu dan mengatakan kepada saya, agar saya pergi ke lobi. Seseorang itu mengatakan bahwa seorang wanita yang mengenakan gaun bergaris hitam dan putih dibawa pergi,” tutur Su.
Su baru menyadari bahwa wanita yang dibawa pergi itu adalah Gao. Dia memastikan, temannya itu telah diculik. Menurut Su, para penculik tidak mengambil paspor mereka. ”Satu-satunya hal yang diambil adalah ponsel kita,” ujarnya.
Penculikan warga China itu menyulut ketegangan antara China dan Malaysia, setelah tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, di mana 153 warga China menjadi penumpang pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu.
Ayah korban mengatakan kepada Stasiun Radio Shanghai People’s, bahwa putrinya mengirim SMS sekitar pukul 22.00 malam. ”Tak lama setelah itu pasangan (orangtua korban) mem-posting tulisan di app WeChat bahwa putrinya diculik. Banyak orang mulai meneleponnya untuk minta konfirmasi,” bunyi laporan radio itu mengutip keterangan ayah korban.
Dari halaman media sosial Kaixinwang, Gao Huayun, 29, menulis bahawa dia sedang menikmati perjalanan secara sendirian. Dia menyatakan, telah berkunjung ke Tibet, Filipina, Korea Selatan dan di seluruh negeri itu (Malaysia).
Gao yang baru saja mendaftar untuk kuliah di Inggris, berangkat ke Malaysia pada Selasa dengan seorang teman. Teman Gao, yang hanya dikenal bermarga Su, mengatakan kepada salah satu stasiun televisi, bahwa mereka pergi ke Semporna untuk belajar menyelam.
Su meninggalkan Gao yang tengah mandi. ”(Ketika) dia selesai mandi, saya kembali ke kamar. Saya melihat pintu itu terbuka dan dia tidak ada,” kata Su. Dia menunggu Gao di sebuah ruangan, dan 30 menit kemudian dia melihat sejumlah polisi berpatroli di sekitar resor.
“Setelah beberapa saat, seseorang mengetuk pintu dan mengatakan kepada saya, agar saya pergi ke lobi. Seseorang itu mengatakan bahwa seorang wanita yang mengenakan gaun bergaris hitam dan putih dibawa pergi,” tutur Su.
Su baru menyadari bahwa wanita yang dibawa pergi itu adalah Gao. Dia memastikan, temannya itu telah diculik. Menurut Su, para penculik tidak mengambil paspor mereka. ”Satu-satunya hal yang diambil adalah ponsel kita,” ujarnya.
(mas)