Perbicangan damai Taliban & Pakistan masih belanjut
Minggu, 30 Maret 2014 - 16:52 WIB
Perbicangan damai Taliban & Pakistan masih belanjut
A
A
A
Sindonews.com – Seorang negosiator untuk Taliban Pakistan menepis spekulasi, bahwa pembicaraan damai dengan pemerintah menemui jalan buntu. Dia mengatakan, perundingan telah mencapai kemajuan yang signifikan. Ia juga menyuarakan optimisme atas perpanjangan gencatan senjata.
Pemerintah Pakistan mulai negosiasi dengan Tehreek e Taliban Pakistan (TTP) melalui perantara sejak bulan lalu untuk mencoba mengakhiri krisis berdarah yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.
"Insya Allah, gencatan senjata akan terus berlanjut," ungkap Sami ul-Haq, anggota komite negosiasi Taliban. "Pembicaraan tersebut tidak menemui jalan buntu, pertemuan antara dewan politik Taliban dan komite pemerintah menandai kemajuan besar," ujarnya, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (30/3/2014).
Tetapi beberapa analis telah menyuarakan skeptisisme tentang peluang mereka untuk sukses, mengingat tuntutan Taliban untuk menerapkan hukum syariah secara nasional dan penarikan pasukan dari zona kesukuan.
"Kedua belah pihak ingin melanjutkan pembicaraan tetapi telah gagal untuk meramu formula yang kredibel untuk memperkuat kepercayaan dan untuk mengatasi isu-isu yang bereda,” ungkap Hasan Askari, seorang analis keamanan dan politik Pakistan.
Pemerintah Pakistan mulai negosiasi dengan Tehreek e Taliban Pakistan (TTP) melalui perantara sejak bulan lalu untuk mencoba mengakhiri krisis berdarah yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.
"Insya Allah, gencatan senjata akan terus berlanjut," ungkap Sami ul-Haq, anggota komite negosiasi Taliban. "Pembicaraan tersebut tidak menemui jalan buntu, pertemuan antara dewan politik Taliban dan komite pemerintah menandai kemajuan besar," ujarnya, seperti dilansir Chanel News Asia, Minggu (30/3/2014).
Tetapi beberapa analis telah menyuarakan skeptisisme tentang peluang mereka untuk sukses, mengingat tuntutan Taliban untuk menerapkan hukum syariah secara nasional dan penarikan pasukan dari zona kesukuan.
"Kedua belah pihak ingin melanjutkan pembicaraan tetapi telah gagal untuk meramu formula yang kredibel untuk memperkuat kepercayaan dan untuk mengatasi isu-isu yang bereda,” ungkap Hasan Askari, seorang analis keamanan dan politik Pakistan.
(esn)