Di penjara, putra Khadafi minta ampun pada rakyat Libya
Sabtu, 29 Maret 2014 - 13:49 WIB
Di penjara, putra Khadafi minta ampun pada rakyat Libya
A
A
A
Sindonews.com – Saadi Khadafi, 40, putra bekas ditaktor Libya Muammar Kahadafi, meminta ampun kepada rakyat Libya. Permohonan maaf itu disampaikan Saadi dari penjara dan disiarkan stasiun televisi Libya.
”Saya meminta maaf kepada rakyat Libya, karena mengganggu keamanan dan stabilitas Libya,” kata Saadi. Saadi diekstradisi ke Libya awal bulan ini dari Nigeria, di mana ia melarikan diri setelah revolusi Libya pecah tahun 2011.
Saadi dituduh berupaya menekan pemberontak yang melawan kekuasaan ayahnya. Saadi, seperti dilansir BBC, Sabtu (29/3/2014), adalah salah satu dari tujuh putra Kolonel Khadafi yang pernah merintis karir sebagai pemain sepak bola. Dia juga dikenal dengan gaya hidupnya yang playboy.
Dalam tayangan televisi itu, Saadi meminta maaf dengan mengenakan seragam tahanan warna biru dengan kepala yang sudah dicukur petugas penjara.
”Saya meminta maaf kepada rakyat Libya, dan saya meminta maaf kepada saudara-saudara terkasih di pemerintahan Libya atas kerugian berupa gangguan dan keamanan stabilitas Libya yang disebabkan oleh saya,” ujarnya.
”Saya mengakui bahwa hal-hal itu salah, dan kami seharusnya tidak melakukan tindakan-tindakan tersebut,” katanya lagi. Saadi mengaku selama berada di penjara, dia diberlakukan dengan baik. Dia juga menyerukan kepada para militan di Libya yang membawa senjata agar menyerahkan senjatanya kepada petugas.
Nigeria pernah menolak permintaan Libya untuk mengekstradisi Saadi, karena khawatir putra Khadafi itu akan dihukum mati. Pada tahun 2012, Interpol mengeluarkan “red notice” atau perintah khusus bagi negara-negara di seluruh dunia untuk menangkap Saadi.
”Saya meminta maaf kepada rakyat Libya, karena mengganggu keamanan dan stabilitas Libya,” kata Saadi. Saadi diekstradisi ke Libya awal bulan ini dari Nigeria, di mana ia melarikan diri setelah revolusi Libya pecah tahun 2011.
Saadi dituduh berupaya menekan pemberontak yang melawan kekuasaan ayahnya. Saadi, seperti dilansir BBC, Sabtu (29/3/2014), adalah salah satu dari tujuh putra Kolonel Khadafi yang pernah merintis karir sebagai pemain sepak bola. Dia juga dikenal dengan gaya hidupnya yang playboy.
Dalam tayangan televisi itu, Saadi meminta maaf dengan mengenakan seragam tahanan warna biru dengan kepala yang sudah dicukur petugas penjara.
”Saya meminta maaf kepada rakyat Libya, dan saya meminta maaf kepada saudara-saudara terkasih di pemerintahan Libya atas kerugian berupa gangguan dan keamanan stabilitas Libya yang disebabkan oleh saya,” ujarnya.
”Saya mengakui bahwa hal-hal itu salah, dan kami seharusnya tidak melakukan tindakan-tindakan tersebut,” katanya lagi. Saadi mengaku selama berada di penjara, dia diberlakukan dengan baik. Dia juga menyerukan kepada para militan di Libya yang membawa senjata agar menyerahkan senjatanya kepada petugas.
Nigeria pernah menolak permintaan Libya untuk mengekstradisi Saadi, karena khawatir putra Khadafi itu akan dihukum mati. Pada tahun 2012, Interpol mengeluarkan “red notice” atau perintah khusus bagi negara-negara di seluruh dunia untuk menangkap Saadi.
(mas)