Operasi militer Kolombia tewaskan pimpinan FARC
Jum'at, 28 Maret 2014 - 17:00 WIB
Operasi militer Kolombia tewaskan pimpinan FARC
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan Kolombia berhasil menewaskan salah satu pemimpin Pasukan gerilyawan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dan menangkap beberapa gerilyawan lainnya, ungkap Departemen Pertahanan Kolombia.
“Operasi militer bersama yang dilakukan oleh pasukan polisi dan militer, berhasil menewaskan "El Enano" atau The Dwarf, kepala FARC faksi mobile Jacobo Arenas dan berhasil menangkap Carlos Andres Lombana, kepala FARC dari Marquetalia, Kolombia,” ungkap Departemen tersebut.
“Empat senapan, peralatan komunikasi dan bahan peledak juga berhasil disita dalam operasi tersebut,” tambahnya, seperti dilansir Xinhua, Jumat (28/3/2014).
"El Enano yang berjuang untuk kelompok pemberontak FARC selama 12 tahun tewas dalam bentrokan di El Tambo,” ungkap departemen tersebut. Ia menjadi buronan polisi karena penculikan, pemerasan dan perdagangan narkoba.
Pembicaraan damai antara FARC dan pemerintah telah berlangsung di Havana, Kuba, sejak November 2012 dalam upaya untuk mengakhiri pertempuran yang sudah berlangsung selama lima dekade. Namun, hingga saat ini kesepakatan damai tersebut belum tercapai.
“Operasi militer bersama yang dilakukan oleh pasukan polisi dan militer, berhasil menewaskan "El Enano" atau The Dwarf, kepala FARC faksi mobile Jacobo Arenas dan berhasil menangkap Carlos Andres Lombana, kepala FARC dari Marquetalia, Kolombia,” ungkap Departemen tersebut.
“Empat senapan, peralatan komunikasi dan bahan peledak juga berhasil disita dalam operasi tersebut,” tambahnya, seperti dilansir Xinhua, Jumat (28/3/2014).
"El Enano yang berjuang untuk kelompok pemberontak FARC selama 12 tahun tewas dalam bentrokan di El Tambo,” ungkap departemen tersebut. Ia menjadi buronan polisi karena penculikan, pemerasan dan perdagangan narkoba.
Pembicaraan damai antara FARC dan pemerintah telah berlangsung di Havana, Kuba, sejak November 2012 dalam upaya untuk mengakhiri pertempuran yang sudah berlangsung selama lima dekade. Namun, hingga saat ini kesepakatan damai tersebut belum tercapai.
(esn)