Kerry bahas perundingan damai Timur Tengah di Yordania
Rabu, 26 Maret 2014 - 20:59 WIB
Kerry bahas perundingan damai Timur Tengah di Yordania
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry tiba di Yordania dalam upaya menjaga proses perdamaian Timur Tengah tetap berada di lintasan yang benar. Upaya ini dilakukan di tengah kekhawatiran Israel bisa mengingkari janji untuk membebaskan tahanan Palestina.
“Kerrydijadwalkan bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II sebelum mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas saat makan malam, dalam upaya untuk terus mempersempit kesenjangan antara Palestina dan Israel,” ungkap juru bicara Kerry.
Pertemuan Kerry dengan Abbas berselang hanya 10 hari setelah Presiden Palestina disambut di Gedung Putih oleh Presiden AS Barack Obama untuk melakukan pembicaraan yang membahas perbicangan damai Palestina dengan Israel, yang diakui oleh pejabat Palestina menjadi semakin sulit.
Kerry, yang berhasil membujuk kedua belah pihak kembali duduk satu meja dan melakukan pembicaran Juli tahun lalu, setelah sebelumnya pembicaraan tersebut membeku selama tiga tahun.
Seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (26/3/2014), Kerry berusaha untuk terus membujuk kedua belah pihak agar bisa menyetujui kerangka kerja yang dibuat oleh pihak AS mengenai perbincangan damai tersebut. Kerry memiliki batas waktu hingga 29 April mendatang untuk menyakinkan kedua belah pihak.
“Kerrydijadwalkan bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II sebelum mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas saat makan malam, dalam upaya untuk terus mempersempit kesenjangan antara Palestina dan Israel,” ungkap juru bicara Kerry.
Pertemuan Kerry dengan Abbas berselang hanya 10 hari setelah Presiden Palestina disambut di Gedung Putih oleh Presiden AS Barack Obama untuk melakukan pembicaraan yang membahas perbicangan damai Palestina dengan Israel, yang diakui oleh pejabat Palestina menjadi semakin sulit.
Kerry, yang berhasil membujuk kedua belah pihak kembali duduk satu meja dan melakukan pembicaran Juli tahun lalu, setelah sebelumnya pembicaraan tersebut membeku selama tiga tahun.
Seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (26/3/2014), Kerry berusaha untuk terus membujuk kedua belah pihak agar bisa menyetujui kerangka kerja yang dibuat oleh pihak AS mengenai perbincangan damai tersebut. Kerry memiliki batas waktu hingga 29 April mendatang untuk menyakinkan kedua belah pihak.
(esn)