Pakistan & Taliban kembali bahas genjatan senjata
Selasa, 25 Maret 2014 - 21:31 WIB
Pakistan & Taliban kembali bahas genjatan senjata
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Pakistan dan Taliban akan kembali memulai pembicaraan damai. Kali ini, pembicaraan akan difokuskan pada perpanjangan waktu gencatan senjata.
Sayed Yusuf Shah, seorang negosiator untuk Taliban, mengatakan, fase pembicaraan berikutnya akan dilangsungkan antara Komite Pemerintah Pakistan dan anggota Dewan Politik Taliban.
"Prioritas utama adalah untuk memperpanjang gencatan senjata, karena hal-hal lain tidak bisa dibicarakan lebih jauh sampai ada suasana damai," ungkap Yusuf, seperti dilansir AFP, Selasa (25/3/2014).
Sebuah gencatan senjata selama satu bulan diumumkan oleh Tehreek e Taliban Pakistan (TTP) untuk membantu melanjutkan pembicaraan damai. Gencatan senjata itu sendiri akan berakhir pada pekan depan.
Sebelumnya, Taliban telah meminta pemerintah Pakistan untuk melepaskan 300 anggota mereka dari penjara, termasuk perempuan, anak-anak dan laki-laki yang mereka katakan adalah bukan pejuang mereka.
Banyak pihak yang skeptis tentang suksesnya pembicaraan damai kali ini, mengingat tuntutan yang diajukan Taliban. Seperti penerapan hukum syariah secara nasional dan penarikan pasukan dari zona suku tanpa hukum. Banyak penawaran regional antara militer dan Taliban telah gagal di masa lalu.
Sayed Yusuf Shah, seorang negosiator untuk Taliban, mengatakan, fase pembicaraan berikutnya akan dilangsungkan antara Komite Pemerintah Pakistan dan anggota Dewan Politik Taliban.
"Prioritas utama adalah untuk memperpanjang gencatan senjata, karena hal-hal lain tidak bisa dibicarakan lebih jauh sampai ada suasana damai," ungkap Yusuf, seperti dilansir AFP, Selasa (25/3/2014).
Sebuah gencatan senjata selama satu bulan diumumkan oleh Tehreek e Taliban Pakistan (TTP) untuk membantu melanjutkan pembicaraan damai. Gencatan senjata itu sendiri akan berakhir pada pekan depan.
Sebelumnya, Taliban telah meminta pemerintah Pakistan untuk melepaskan 300 anggota mereka dari penjara, termasuk perempuan, anak-anak dan laki-laki yang mereka katakan adalah bukan pejuang mereka.
Banyak pihak yang skeptis tentang suksesnya pembicaraan damai kali ini, mengingat tuntutan yang diajukan Taliban. Seperti penerapan hukum syariah secara nasional dan penarikan pasukan dari zona suku tanpa hukum. Banyak penawaran regional antara militer dan Taliban telah gagal di masa lalu.
(esn)