MH370 hilang, radar Thailand deteksi ada pesawat ubah arah
Rabu, 19 Maret 2014 - 11:34 WIB
MH370 hilang, radar Thailand deteksi ada pesawat ubah arah
A
A
A
Sindonews.com - Stasiun radar Angkatan Udara Thailand di Surat Thani rupanya juga mendeteksi sebuah pesawat penumpang yang berangkat dari Kuala Lumpur, namun mengubah arah. Data radar itu juga bersamaan dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Angkatan Udara Thailand, Prajin Juntong. Menurutnya, pesawat yang tedeteksi radar Thailand itu mengubah arah yang kemungkinan menuju Selat Malaka.
Analisa itu juga sama dengan pernyataan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang menyatakan, pesawat MH370 sengaja dialihkan dari rute sebenarnya.
Kendati demikian, pesawat yang terpantau radar Thailand itu belum bisa dikonfirmasi apakahh pesawat MH370 atau bukan. Sayangnya, Thailand baru menyampaikan kabar itu kemarin. Sehingga informasi itu juga tidak banyak membantu Malaysia dalam mencari pesawat MAS MH370.
Mantan Anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat, John Goglia, mengkritik negara-negara Asia yang tidak cepat memberikan informasi yang mereka miliki.
”Sulit untuk mengatakan itu tapi itu adalah fakta, bahwa data yang saya pikir akan dirampas,” ujar Goglia, seperti dikutip New Straits Times, Rabu (19/3/2014).
Pernyataan itu disampaikan Kepala Angkatan Udara Thailand, Prajin Juntong. Menurutnya, pesawat yang tedeteksi radar Thailand itu mengubah arah yang kemungkinan menuju Selat Malaka.
Analisa itu juga sama dengan pernyataan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang menyatakan, pesawat MH370 sengaja dialihkan dari rute sebenarnya.
Kendati demikian, pesawat yang terpantau radar Thailand itu belum bisa dikonfirmasi apakahh pesawat MH370 atau bukan. Sayangnya, Thailand baru menyampaikan kabar itu kemarin. Sehingga informasi itu juga tidak banyak membantu Malaysia dalam mencari pesawat MAS MH370.
Mantan Anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat, John Goglia, mengkritik negara-negara Asia yang tidak cepat memberikan informasi yang mereka miliki.
”Sulit untuk mengatakan itu tapi itu adalah fakta, bahwa data yang saya pikir akan dirampas,” ujar Goglia, seperti dikutip New Straits Times, Rabu (19/3/2014).
(mas)