Aneh, media Malaysia tuduh RI terlibat hilangnya MH370
Selasa, 18 Maret 2014 - 18:53 WIB
Aneh, media Malaysia tuduh RI terlibat hilangnya MH370
A
A
A
Sindonews.com – Media Malaysia, Utusan, terang-terangan menuduh Indonesia terlibat dalam hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Tuduhan itu, mengacu pada analisa laman Cabal Times yang menyebut pesawat itu mendarat di pangkalan rahasia militer AS di Diego Gracia, di Samudera Hindia.
Utusan menulis laporan bahwa Indonesia diyakini sebagai negara yang terlibat dalam konspirasi global. Menurut media itu, radar Indonesia sudah pasti mengetahui keberadaan pesawat tersebut, jika pesawat itu mendarat di pangkalan Diego Gracia.
“Namun, persoalannya Indonesia yang dipercayai negara terlibat dalam gerakan rahasia global, yang mempunyai agenda tertentu, sudah pasti berdiam diri,” tulis Utusan yang mengklaim mengutip situs Cabal Times.
Laporan media Malaysia itu terkesan menyudutkan Indonesia, di tengah keputusasaan mereka dalam pencarian pesawat MH370 yang tidak kunjung usai. Sebab, Menteri Tranposrtasi sekaligus Menteri Pertahanan Malaysia, Hishamuddin Hussein sendiri meminta bantuan Indonesia dalam pencarian pesawat MH370 di koridor selatan.
”Di koridor utara dan selatan, masing-masing kuadran seluas 160.000 mil persegi,” kata Hishamuddin, di auditorium di Bandara Internasional Kuala Lumpur, seperti dilansir Malaysia Insider, Selasa (18/3/2014).
Hishammuddin melanjutkan, untuk koridor selatan, Australia dan Indonesia telah sepakat untuk memimpin pencarian di wilayah tersebut.“Di koridor utara, China dan Kazakhstan telah setuju untuk memimpin di daerah pencarian paling dekat dengan negara-negara mereka,” imbuh dia.
Utusan menulis laporan bahwa Indonesia diyakini sebagai negara yang terlibat dalam konspirasi global. Menurut media itu, radar Indonesia sudah pasti mengetahui keberadaan pesawat tersebut, jika pesawat itu mendarat di pangkalan Diego Gracia.
“Namun, persoalannya Indonesia yang dipercayai negara terlibat dalam gerakan rahasia global, yang mempunyai agenda tertentu, sudah pasti berdiam diri,” tulis Utusan yang mengklaim mengutip situs Cabal Times.
Laporan media Malaysia itu terkesan menyudutkan Indonesia, di tengah keputusasaan mereka dalam pencarian pesawat MH370 yang tidak kunjung usai. Sebab, Menteri Tranposrtasi sekaligus Menteri Pertahanan Malaysia, Hishamuddin Hussein sendiri meminta bantuan Indonesia dalam pencarian pesawat MH370 di koridor selatan.
”Di koridor utara dan selatan, masing-masing kuadran seluas 160.000 mil persegi,” kata Hishamuddin, di auditorium di Bandara Internasional Kuala Lumpur, seperti dilansir Malaysia Insider, Selasa (18/3/2014).
Hishammuddin melanjutkan, untuk koridor selatan, Australia dan Indonesia telah sepakat untuk memimpin pencarian di wilayah tersebut.“Di koridor utara, China dan Kazakhstan telah setuju untuk memimpin di daerah pencarian paling dekat dengan negara-negara mereka,” imbuh dia.
(mas)