Tiga dugaan kuat soal MH370: Teror, bunuh diri & dibajak
Selasa, 18 Maret 2014 - 10:08 WIB
Tiga dugaan kuat soal MH370: Teror, bunuh diri & dibajak
A
A
A
Sindonews.com – Otoritas Malaysia terus berupaya memecahkan teka-teki lenyapnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Tiga dugaan kuat lenyapnya pesawat itu kini menjadi fokus penyelidikan polisi Malaysia.
Ketiga dugaan itu adalah, aksi terorisme, pembajakan dan dugaan pilot MAS MH370 bunuh diri. CEO MAS, Ahmad Jauhari, mengatakan bahwa manifest penumpang telah diberikan kepada polisi untuk menyelidiki latar belakang masing-masing penumpang.
”Kita tahu latar belakang dari kru, dan sekarang polisi sedang melakukan pemeriksaan latar belakang pada penumpang,” kata Jauhari, seperti dilansir The Star, Selasa (18/3/2014).
Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, mengatakan Beijing telah meminta untuk melihat kembali manifest penumpang. Menurutnya, penyelidikan soal dua penumpang asal Iran yang menggunakan paspor curian akan diumumkan.
Kendati demikian, Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan kepada Dewan Rakyat, bahwa pengumuman kepada publik akan dilakukan pada waktunya.
Dua penumpang asal Iran, Pouri Nour Mohammad Merhdad, 19, dan Delavar Seyed Mohammad Erza, 29, telah menarik perhatian dunia, setelah keduanya bisa lolos naik pesawat MAS MH370 dengan menggunakan paspor curian atau paspor palsu.
Penyelidikan awal menunjukkan, bahwa Pouri Nour telah merencanakan untuk pergi ke Jerman guna mencari suaka dan bergabung kembali dengan ibunya di Frankfurt.
Namun, seorang pakar Amerika Serikat memberikan analisa, bahwa hilangnya pesawat itu kemungkinan karena aksi bunuh diri pilot atau awak pesawat lainnya.”Mereka ingin (cari lokasi) jauh, dan terdalam dari laut,” kata Pete King, politisi AS untuk subkomite kontra terorisme dan intelijen.
Ketiga dugaan itu adalah, aksi terorisme, pembajakan dan dugaan pilot MAS MH370 bunuh diri. CEO MAS, Ahmad Jauhari, mengatakan bahwa manifest penumpang telah diberikan kepada polisi untuk menyelidiki latar belakang masing-masing penumpang.
”Kita tahu latar belakang dari kru, dan sekarang polisi sedang melakukan pemeriksaan latar belakang pada penumpang,” kata Jauhari, seperti dilansir The Star, Selasa (18/3/2014).
Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, mengatakan Beijing telah meminta untuk melihat kembali manifest penumpang. Menurutnya, penyelidikan soal dua penumpang asal Iran yang menggunakan paspor curian akan diumumkan.
Kendati demikian, Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan kepada Dewan Rakyat, bahwa pengumuman kepada publik akan dilakukan pada waktunya.
Dua penumpang asal Iran, Pouri Nour Mohammad Merhdad, 19, dan Delavar Seyed Mohammad Erza, 29, telah menarik perhatian dunia, setelah keduanya bisa lolos naik pesawat MAS MH370 dengan menggunakan paspor curian atau paspor palsu.
Penyelidikan awal menunjukkan, bahwa Pouri Nour telah merencanakan untuk pergi ke Jerman guna mencari suaka dan bergabung kembali dengan ibunya di Frankfurt.
Namun, seorang pakar Amerika Serikat memberikan analisa, bahwa hilangnya pesawat itu kemungkinan karena aksi bunuh diri pilot atau awak pesawat lainnya.”Mereka ingin (cari lokasi) jauh, dan terdalam dari laut,” kata Pete King, politisi AS untuk subkomite kontra terorisme dan intelijen.
(mas)