Awas, hoax MH370 ditelan segitiga bermuda bermunculan
Senin, 17 Maret 2014 - 18:48 WIB
Awas, hoax MH370 ditelan segitiga bermuda bermunculan
A
A
A
Sindonews.com – Di saat otoritas Malaysia dipusingkan dengan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang tak ada hasil setelah 10 hari lenyap misterius, muncul berita dan video hoax atau palsu. Berita dan video palsu yang menghebohkan itu menyebut pesawat MH370 ditemukan di segitiga bermuda.
Berita palsu itu sedang beredar online yang sengaja diunggah para scammers di berbagai situs sosial media. Tujuannya, tidak lain adalah untuk memancing pengguna internet guna meraih keuntungan.
Contoh, sebuah artikel sempat di-posting ke situs sosial media dengan judul “Pesawat Malaysia MH- 370 Telah Ditemukan di Dekat Segitiga Bermuda”. Pengunggah berita itu mencatut berita video BBC. “Dalam beberapa kasus, hal seperti itu mendorong pengguna internet untuk mengklik iklan, yang dapat membawa keuntungan bagi scammer,” tulis analis berita online Christopher Boyd.
”Sayangnya, kita harus memperingatkan Anda bahwa scammers mencari uang dari hilangnya pesawat MH370 melalui situs media sosial,” imbuh Boyd.
Setelah pengguna internet terpancing dan mengklik berita atau video itu, yang muncul adalah draf survei atau perintah untuk mengklik iklan. ”Link biasanya mengarah ke situs berita atau video palsu , dan mendorong pengunjung untuk berbagi link ke situs sosial media,” kata Boyd, seperti dikutip Independent. Berita hoax dengan trik serupa pernah muncul setelah gempa bumi dan tsunami Jepang tahun 2011.
Tidak hanya berita dan video hoax untuk memancing pengguna internet MH370 yang memanfaatkan insiden pesawat MH370. Berita temuan 20 jenazah di sebuah pantai di Bangladesh semula juga dikaitkan dengan insiden pesawat Malaysia Airlines itu.
Portal tazakhobor.com semula membuat heboh dengan laporan 20 jenazah tak dikenal mengambang di Sungai Meghna, Teluk Benggala. Media Bangladesh itu juga menyebut, para jenazah terkait dengan penumpang pesawat MH370.
Namun, laman berita Malaysia, The Star, pada Senin (17/3/2014), mengkonfirmasi temuan 20 jenazah itu tidak terkait sama sekali dengan insiden peswat MH370. “Mayat-mayat itu warga Bangladesh, bukan dari penerbangan MH370,” tulis media Malaysia mengutip atase Pertahanan Bangladesh, Air Cdre M. Abul Bashar.
Berita palsu itu sedang beredar online yang sengaja diunggah para scammers di berbagai situs sosial media. Tujuannya, tidak lain adalah untuk memancing pengguna internet guna meraih keuntungan.
Contoh, sebuah artikel sempat di-posting ke situs sosial media dengan judul “Pesawat Malaysia MH- 370 Telah Ditemukan di Dekat Segitiga Bermuda”. Pengunggah berita itu mencatut berita video BBC. “Dalam beberapa kasus, hal seperti itu mendorong pengguna internet untuk mengklik iklan, yang dapat membawa keuntungan bagi scammer,” tulis analis berita online Christopher Boyd.
”Sayangnya, kita harus memperingatkan Anda bahwa scammers mencari uang dari hilangnya pesawat MH370 melalui situs media sosial,” imbuh Boyd.
Setelah pengguna internet terpancing dan mengklik berita atau video itu, yang muncul adalah draf survei atau perintah untuk mengklik iklan. ”Link biasanya mengarah ke situs berita atau video palsu , dan mendorong pengunjung untuk berbagi link ke situs sosial media,” kata Boyd, seperti dikutip Independent. Berita hoax dengan trik serupa pernah muncul setelah gempa bumi dan tsunami Jepang tahun 2011.
Tidak hanya berita dan video hoax untuk memancing pengguna internet MH370 yang memanfaatkan insiden pesawat MH370. Berita temuan 20 jenazah di sebuah pantai di Bangladesh semula juga dikaitkan dengan insiden pesawat Malaysia Airlines itu.
Portal tazakhobor.com semula membuat heboh dengan laporan 20 jenazah tak dikenal mengambang di Sungai Meghna, Teluk Benggala. Media Bangladesh itu juga menyebut, para jenazah terkait dengan penumpang pesawat MH370.
Namun, laman berita Malaysia, The Star, pada Senin (17/3/2014), mengkonfirmasi temuan 20 jenazah itu tidak terkait sama sekali dengan insiden peswat MH370. “Mayat-mayat itu warga Bangladesh, bukan dari penerbangan MH370,” tulis media Malaysia mengutip atase Pertahanan Bangladesh, Air Cdre M. Abul Bashar.
(mas)