Hindari 3 radar, MH370 terbang rendah pakai teknik ekstrem
Senin, 17 Maret 2014 - 14:32 WIB
Hindari 3 radar, MH370 terbang rendah pakai teknik ekstrem
A
A
A
Sindonews.com – Para peneliti yang terlibat dalam investigasi pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 percaya, pesawat yang hilang 10 hari lalu itu, sengaja terbang rendah untuk menghindari radar tiga negara.
Menurut para peneliti, ketinggian pesawat itu diturunkan menjadi 1.524 meter (5.000 kaki). Mereka meyakini, pesawat itu terbang rendah dengan teknik ekstrem atau berbahaya yang disebut “terrain masking".
Dengan terbang rendah itu, peneliti percaya pesawat tidak terpantau oleh radar dari Malaysia dan dua negara lain di sekitarnya. Teknik “terrain masking” bisanya digunakan oleh pilot pesawat militer siluman.
“Orang yang memiliki kendali atas pesawat memiliki pengetahuan avionik dan navigasi yang solid, untuk meninggalkan jejak yang bersih,” tulis New Straits Times, Senin (17/3/2014) mengutip pernyataan para peneliti yang diwawancarai dengan syarat anonim itu.
Sementara itu, polisi Malaysia foku untuk menyelidiki pilot pesawat setelah muncul laporan sistem komunikasi pesawat sengaja dimatikan sehingga tidak terdeteksi petugas lalu lintas udara.
Ucapan terakhir dan terlihat tenang dari awak pesawat—entah pilot atau co-pilot, yang berbunyi “allright, goodnight” diduga para peneliti sebagai teknik untuk menyesatkan kontrol pesawat oleh petugas lalu lintas udara dan radar.
Para peneliti mengatakan, pesawat terbang rendah di atas Kelantan di Semenanjung Malaysia. Namun, pencarian pesawat di kawasan itu hingga kini tidak membuahkan hasil.
Menurut para peneliti, ketinggian pesawat itu diturunkan menjadi 1.524 meter (5.000 kaki). Mereka meyakini, pesawat itu terbang rendah dengan teknik ekstrem atau berbahaya yang disebut “terrain masking".
Dengan terbang rendah itu, peneliti percaya pesawat tidak terpantau oleh radar dari Malaysia dan dua negara lain di sekitarnya. Teknik “terrain masking” bisanya digunakan oleh pilot pesawat militer siluman.
“Orang yang memiliki kendali atas pesawat memiliki pengetahuan avionik dan navigasi yang solid, untuk meninggalkan jejak yang bersih,” tulis New Straits Times, Senin (17/3/2014) mengutip pernyataan para peneliti yang diwawancarai dengan syarat anonim itu.
Sementara itu, polisi Malaysia foku untuk menyelidiki pilot pesawat setelah muncul laporan sistem komunikasi pesawat sengaja dimatikan sehingga tidak terdeteksi petugas lalu lintas udara.
Ucapan terakhir dan terlihat tenang dari awak pesawat—entah pilot atau co-pilot, yang berbunyi “allright, goodnight” diduga para peneliti sebagai teknik untuk menyesatkan kontrol pesawat oleh petugas lalu lintas udara dan radar.
Para peneliti mengatakan, pesawat terbang rendah di atas Kelantan di Semenanjung Malaysia. Namun, pencarian pesawat di kawasan itu hingga kini tidak membuahkan hasil.
(mas)