Sebut info MH370 sampah, rakyat China hujat Malaysia

Senin, 17 Maret 2014 - 12:58 WIB
Sebut info MH370 sampah,...
Sebut info MH370 sampah, rakyat China hujat Malaysia
A A A
Sindonews.com – Publik di China semakin gemas dengan simpang siurnya informasi dari Pemerintah Malaysia soal hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Mereka menyebut Malaysia telah memberikan info sampah selama seminggu, setelah baru mengakui ada dugaan pesawat dibajak.

Kemarahan publik China wajar, sebab ratusan warga China berada dalam pesawat yang diduga kuat dibajak itu. Kemarahan mereka memuncak, setelah Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak, dalam keterangan pers-nya Sabtu lalu, menyebut pesawat sengaja diterbangkan dan dialihkan seseorang.

Sejumlah publik di China meluapkan kemarahan mereka via Sina Weibo, situs sosia media mirip Twitter. ”Mengapa baru sekarang mereka telah menegaskan, bahwa hal itu (pesawat) mungkin telah dibajak?, tulis salah satu pengguna Sina Weibo pagi ini (17/3/2014) dalam menanggapi informasi terakhir dari pihak Kuala Lumpur. ”Malaysia, apa lagi yang kau sembunyikan?,” bunyi komentar warga China lainnya, seperti dilansir Malaysia Insider.

”Malaysia telah menyampaikan kebohongan selama satu minggu. Vietnam telah keluar dari informasi sampah selama satu minggu,” tulis pengguna Sina Weibo lainnya.

Media terkemuka China, yakni China Daily, dalam editorialnya hari ini, menulis kecaman pedas terhadap Pemerintah Malaysia. Media itu, menyebut Malaysia pelit berbagi informasi, dan justru menyampaikan informasi yang kontradifktif.

”Informasi yang kontradiktif dan sedikit demi sedikit oleh Malaysia Airlines dan pemerintah (Malaysia) telah membuat pencarian sulit dan seluruh kejadian lebih misterius,” tulis media China itu, Senin (17/3/2014). ”Apa lagi yang telah diketahui dan belum berbagi infor dengan dunia?,” tanya media itu yang mengkritisi pelitnya Malaysia untuk berbagi informasi soal pencarian pesawat.

Yao Shujie, pimpinan Studi Kontemporer China di Universitas Nottingham, menulis artikel kritis di surat kabar Global Times.”Malaysia telah kehilangan otoritas dan kredibilitas karena responnya yang kacau,” tulis Yao.

“Kurangnya kekuatan dan pengalaman dalam menangani insiden nasional telah membuat Pemerintah Malaysia tak berdaya dan kelelahan dengan menyangkal segala macam rumor,” imbuh Yao. ”Jika pencarian terus menjadi sia-sia, Malaysia akan lebih baik menyerahkan komandonya kepada tim operasi penyelamatan internasional.”
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
7 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
45 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved