Libatkan 25 negara, Malaysia: Pencarian MH370 lebih sulit
Senin, 17 Maret 2014 - 10:42 WIB
Libatkan 25 negara, Malaysia: Pencarian MH370 lebih sulit
A
A
A
Sindonews.com – Pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 memasuki hari ke-10 pada Senin (17/3/2014). Pemerintah Malaysia mengatakan, jumlah negara yang terlibat dalam pencarian pesawat itu bertambah dari 14 negara menjadi 25 negara.
Menteri Pertahanan yang juga Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, mengatakan, pencarian sudah menjadi upaya multinasional yang sangat kompleks. ”Sekarang ini, (pencarian MH370) menjadi lebih sulit,” katanya.
Upaya pencarian pada awalnya difokuskan pada perairan yang relatif dangkal dari Laut China Selatan dan Selat Malaka, di mana sejumlah pihak menduga pesawat itu berada di kawasan tersebut.
Hishammuddin, seperti dikutip Reuters, Senin (17/3/2014) melanjutkan, pihaknya telah meminta pemerintah untuk menyerahkan data sensitif dari radar dan satelit untuk melacak gerakan pesawat terakhir kali.
”Dengan informasi lebih lanjut, zona pencarian bisa dipersempit ke daerah yang lebih layak,” imbuh Hishamuddin.
Sedangkan Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, menambahkan, ia telah meminta negara-negara yang warganya menjadi penumpang pesawat MH370 untuk menyelidiki latar belakang mereka. Sebab, tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa terkait dengan dugaan aksi terorisme yang menyebabkan pesawat itu lenyap misterius.
Menteri Pertahanan yang juga Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, mengatakan, pencarian sudah menjadi upaya multinasional yang sangat kompleks. ”Sekarang ini, (pencarian MH370) menjadi lebih sulit,” katanya.
Upaya pencarian pada awalnya difokuskan pada perairan yang relatif dangkal dari Laut China Selatan dan Selat Malaka, di mana sejumlah pihak menduga pesawat itu berada di kawasan tersebut.
Hishammuddin, seperti dikutip Reuters, Senin (17/3/2014) melanjutkan, pihaknya telah meminta pemerintah untuk menyerahkan data sensitif dari radar dan satelit untuk melacak gerakan pesawat terakhir kali.
”Dengan informasi lebih lanjut, zona pencarian bisa dipersempit ke daerah yang lebih layak,” imbuh Hishamuddin.
Sedangkan Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, menambahkan, ia telah meminta negara-negara yang warganya menjadi penumpang pesawat MH370 untuk menyelidiki latar belakang mereka. Sebab, tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa terkait dengan dugaan aksi terorisme yang menyebabkan pesawat itu lenyap misterius.
(mas)