Ucapan awak MH370: allright, goodnight jadi teka-teki
Senin, 17 Maret 2014 - 09:09 WIB
Ucapan awak MH370: allright, goodnight jadi teka-teki
A
A
A
Sindonews.com – Tim investigasi pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 mulai fokus pada gelagat pilot dan awak pesawat lain sebelum kehilangan kontak. Kata-kata terakhir dari awak pesawat yakni, “allright goodnight” menjadi teka-teki yang semakin mengusik tim investigasi.
Sebab, setelah kata-kata terakhir itu diucapkan Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) atau alat komunikasi dan sistem pelaporan sengaja dimatikan.
Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein, seperti dikutip Reuters, Senin (17/3/2014) mengatakan kepada media, bahwa ACARS sengaja dimatikan sesaat setelah pesan terakhir itu diterima.
Ucapan pilot yang bermakna “baiklah, selamat malam” itu terakhir kali terdengar petugas lalu lintas udara saat pesawat mulai masuk ke wilayah udara Vietnam.
Namun, belum diketahui apakah itu suara kapten penerbangan atau pilot Zaharie Ahmad Shah atau co -pilot Fariq Abdul Hamid. Keduanya menjadi fokus penyelidikan, setelah pesawat itu pembawa 239 orang itu lenyap dari pantauan radar sejak 10 hari yang lalu.
Kepala Polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, mengatakan polisi telah menggeledah rumah Zaharie di Shah Alam. Selain itu, rumah Fariq juga sudah digeledah untuk memulai investigasi kepada para awak peswat.
Abu Bakar melanjutkan, polisi telah melakukan penyelidikan berdasarkan Pasal 130C KUHP, tentang kemungkinan pelanggaran pembajakan, sabotase, tindakan terorisme dan kejahatan di bawah Undang Undang Pelanggaran Penerbangan.
”Itu berarti kita telah mengintensifkan penyelidikan. Fokus kami tetap di empat hal itu, yakni pembajakan, sabotase, masalah pribadi dan masalah psikologis. Dan (penyelidikan itu) termasuk kepada staf lapangan, dan semua orang (dalam pesawat),” katanya.
Sebab, setelah kata-kata terakhir itu diucapkan Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) atau alat komunikasi dan sistem pelaporan sengaja dimatikan.
Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein, seperti dikutip Reuters, Senin (17/3/2014) mengatakan kepada media, bahwa ACARS sengaja dimatikan sesaat setelah pesan terakhir itu diterima.
Ucapan pilot yang bermakna “baiklah, selamat malam” itu terakhir kali terdengar petugas lalu lintas udara saat pesawat mulai masuk ke wilayah udara Vietnam.
Namun, belum diketahui apakah itu suara kapten penerbangan atau pilot Zaharie Ahmad Shah atau co -pilot Fariq Abdul Hamid. Keduanya menjadi fokus penyelidikan, setelah pesawat itu pembawa 239 orang itu lenyap dari pantauan radar sejak 10 hari yang lalu.
Kepala Polisi Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, mengatakan polisi telah menggeledah rumah Zaharie di Shah Alam. Selain itu, rumah Fariq juga sudah digeledah untuk memulai investigasi kepada para awak peswat.
Abu Bakar melanjutkan, polisi telah melakukan penyelidikan berdasarkan Pasal 130C KUHP, tentang kemungkinan pelanggaran pembajakan, sabotase, tindakan terorisme dan kejahatan di bawah Undang Undang Pelanggaran Penerbangan.
”Itu berarti kita telah mengintensifkan penyelidikan. Fokus kami tetap di empat hal itu, yakni pembajakan, sabotase, masalah pribadi dan masalah psikologis. Dan (penyelidikan itu) termasuk kepada staf lapangan, dan semua orang (dalam pesawat),” katanya.
(mas)