Perwira India: Reaksi Malaysia sungguh lambat
Minggu, 16 Maret 2014 - 11:42 WIB
Perwira India: Reaksi Malaysia sungguh lambat
A
A
A
Sindonews.com – Seorang perwira senior Angkatan Udara India mengaku terkejut atas lambatnya reaksi dari otoritas Malaysia soal pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang.
“Kami terkejut, penguasa militer Malaysia tidak bereaksi selama dua hari, setelah radar utama mereka melihat pesawat itu," kata perwira yang tak disebutkan namanya itu, Minggu (16/3/2014), seperti dikutip dari Times of India.
"Otoritas Pengawasan harus segera bereaksi terhadap penerbangan tak dikenal dan informasi tersebut juga harus dibagi ke seluruh instansi sipil dan militer. Jika asumsi ini benar, pesawat yang hilang itu terbang melalui wilayah udara dari beberapa negara di kawasan itu," lanjutnya.
Saat ini, India menangguhkan operasi pencarian pesawat itu. Sebelumnya, India telah melakukan pencarian di wilayah sekitar Andaman dan Nikobar, serta wilayah barat Teluk Benggala.
"Saat ini operasi ditangguhkan. Pihak berwenang Malaysia menilai kembali situasi. Mereka akan memberitahu, apakah mereka perlu menggeser area pencarian,” kata Komandan Babu, juru bicara Komando Angkatan Laut Armada Timur India.
Area operasi pencarian mengalami perubahan, setelah Perdana Menteri India Najib Razak mengaku kalau MH370 terbang lebih lama dari dugaan semula dan ada kemungkinan pesawat itu dibajak. India sendiri mengaku siap kembali terlibat dalam operasi pencarian.
"Operasi pencarian belum berakhir, kami bersiaga dan menunggu instruksi dari Malaysia," kata seorang pejabat senior militer di Port Blair, ibukota Kepulauan Andaman dan Nikobar, kepada Reuters.
“Kami terkejut, penguasa militer Malaysia tidak bereaksi selama dua hari, setelah radar utama mereka melihat pesawat itu," kata perwira yang tak disebutkan namanya itu, Minggu (16/3/2014), seperti dikutip dari Times of India.
"Otoritas Pengawasan harus segera bereaksi terhadap penerbangan tak dikenal dan informasi tersebut juga harus dibagi ke seluruh instansi sipil dan militer. Jika asumsi ini benar, pesawat yang hilang itu terbang melalui wilayah udara dari beberapa negara di kawasan itu," lanjutnya.
Saat ini, India menangguhkan operasi pencarian pesawat itu. Sebelumnya, India telah melakukan pencarian di wilayah sekitar Andaman dan Nikobar, serta wilayah barat Teluk Benggala.
"Saat ini operasi ditangguhkan. Pihak berwenang Malaysia menilai kembali situasi. Mereka akan memberitahu, apakah mereka perlu menggeser area pencarian,” kata Komandan Babu, juru bicara Komando Angkatan Laut Armada Timur India.
Area operasi pencarian mengalami perubahan, setelah Perdana Menteri India Najib Razak mengaku kalau MH370 terbang lebih lama dari dugaan semula dan ada kemungkinan pesawat itu dibajak. India sendiri mengaku siap kembali terlibat dalam operasi pencarian.
"Operasi pencarian belum berakhir, kami bersiaga dan menunggu instruksi dari Malaysia," kata seorang pejabat senior militer di Port Blair, ibukota Kepulauan Andaman dan Nikobar, kepada Reuters.
(esn)