MH370 sengaja dialihkan, pihak MAS dituduh berperan
Sabtu, 15 Maret 2014 - 17:40 WIB
MH370 sengaja dialihkan, pihak MAS dituduh berperan
A
A
A
Sindonews.com –Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan, ada seseorang di dalam pesawat Malaysia Airlines yang sengaja mengalihkan pesawat dari rute sebenarnya. Pernyataan Najib itu memicu keluarga penumpang menyalahkan pihak Malaysia Airlines.
Wen Wancheng, salah satu dari keluarga dari 153 penumpang asal China yang menyaksikan konferensi pers Najib, Sabtu (15/3/2014), mengatakan, pernyataan Perdana Menteri Malaysia tersebut tidak meredakan ketegangan saraf mereka.
Dia mengatakan, pihak maskapai terang-terangan berperan dalam hilangnya pesawat yang membawa 239 orang itu. ”Saya merasa ( Malaysia Airlines ) memiliki peran untuk bermain dalam insiden ini,” ucap Wen, keluarga penumpang asal Provinsi Shandong, China timur, kepada wartawan usai menonton konferensi pers Najib.
Dia lantas mengkritisi keganjilan dari pernyataan terbaru pemimpin Malaysia itu, yang ia sebut sebagai bukti adanya konspirasi. Keganjilan yang dimaksud adalah waktu kontak terakhir pesawat dengan petugas lalu lintas udara, Sabtu pekan lalu. ”Awalnya, mereka menyatakan waktunya pukul 01.21, dan hari ini secara resmi berubah menjadi pukul 08.11,” kesal Wen.
“Ini perdana menteri yang mengatakan seperti itu. Anda dapat memberitahu dari waktunya, apakah mereka menyembunyikan sesuatu atau tidak,” lanjut warga China itu, seperti dikutip AFP.
Keluarga penumpang lain yang frustasi mengecam pihak Malaysia yang kurang memberikan informasi secara akurat. ”Saat ini, segala sesuatu mungkin terjadi,” kata seorang wanita yang merupakan keluarga dari salah satu penumpang asal China.
”Kami tetap berharap akan ada kabar baik, tetapi ini tidak berjalan dengan baik. Saya sangat kecewa dengan mereka semua,” imbuh wanita yang menolak disebut namanya itu, mengacu kepada pihak maskapai, Pemerintah Malaysia dan Pemerintah China.
”Mereka tidak memberitahu kami apa-apa. Saya sangat cemas. Sangat cemas,” lanjut dia. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China, terus menekan Malaysia untuk memberikan kejelasan. ”Dengan memberikan informasi secara menyeluruh dan tepat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang.
Wen Wancheng, salah satu dari keluarga dari 153 penumpang asal China yang menyaksikan konferensi pers Najib, Sabtu (15/3/2014), mengatakan, pernyataan Perdana Menteri Malaysia tersebut tidak meredakan ketegangan saraf mereka.
Dia mengatakan, pihak maskapai terang-terangan berperan dalam hilangnya pesawat yang membawa 239 orang itu. ”Saya merasa ( Malaysia Airlines ) memiliki peran untuk bermain dalam insiden ini,” ucap Wen, keluarga penumpang asal Provinsi Shandong, China timur, kepada wartawan usai menonton konferensi pers Najib.
Dia lantas mengkritisi keganjilan dari pernyataan terbaru pemimpin Malaysia itu, yang ia sebut sebagai bukti adanya konspirasi. Keganjilan yang dimaksud adalah waktu kontak terakhir pesawat dengan petugas lalu lintas udara, Sabtu pekan lalu. ”Awalnya, mereka menyatakan waktunya pukul 01.21, dan hari ini secara resmi berubah menjadi pukul 08.11,” kesal Wen.
“Ini perdana menteri yang mengatakan seperti itu. Anda dapat memberitahu dari waktunya, apakah mereka menyembunyikan sesuatu atau tidak,” lanjut warga China itu, seperti dikutip AFP.
Keluarga penumpang lain yang frustasi mengecam pihak Malaysia yang kurang memberikan informasi secara akurat. ”Saat ini, segala sesuatu mungkin terjadi,” kata seorang wanita yang merupakan keluarga dari salah satu penumpang asal China.
”Kami tetap berharap akan ada kabar baik, tetapi ini tidak berjalan dengan baik. Saya sangat kecewa dengan mereka semua,” imbuh wanita yang menolak disebut namanya itu, mengacu kepada pihak maskapai, Pemerintah Malaysia dan Pemerintah China.
”Mereka tidak memberitahu kami apa-apa. Saya sangat cemas. Sangat cemas,” lanjut dia. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China, terus menekan Malaysia untuk memberikan kejelasan. ”Dengan memberikan informasi secara menyeluruh dan tepat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang.
(mas)