PM Malaysia ngawur, keluarga penumpang MH370 jengkel
Sabtu, 15 Maret 2014 - 15:19 WIB
PM Malaysia ngawur, keluarga penumpang MH370 jengkel
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, menggelar jumpa pers, Sabtu (15/3/2014) sore di Kuala Lumpur. Namun, Najib memberikan keterangan yang dianggap keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 sebagai keterangan ngawur.
Keterangan Najib yang dimaksud adalah, saat dia menyampaikan pesawat MH370 melakukan kontak terakhir dengan petugas lalu lintas udara pukul 08.11 waktu Malaysia, Sabtu (8/3/2014) pekan lalu. Padahal, keterangan resmi dari data petugas lalu lintas udara menyebut kontak terakhir itu terjadi pada pukul 01.20 waktu Malaysia, Sabtu pekan lalu.
”Bagaimana ini bisa terjadi?, teriak salah satu keluarga penumpang asal Beijing, China yang menyaksikan jumpa pers Najib. Keterangan resmi dari petugas lalu lintas udara adalah, pesawat itu kontak terakhir pukul 01.20 atau sekitar satu jam setelah pesawat MH370 lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur.
”Pesawat tidak bisa terbang melampaui pukul 08.11. Di mana (pesawat) itu mendarat?, tanya salah satu keluarga penumpang pesawat yang tidak bisa menerima penjelasan PM Malaysia itu. ”Ini lebih dan lebih menggelikan,” teriak salah satu dari mereka, sebagaimana dilansir Straits Times.
Saking jengkelnya, sebagian keluarga penumpang itu meninggalkan lokasi jumpa pers PM Malaysia. Kendati demikian, mereka percaya dengan pernyataan Najib, bahwa sistem komunikasi (transponder) pesawat itu dinonaktifkan secara sengaja. Dengan demikian, peluang para penumpang selamat adalah 50%:50%. ”Ada secuil harapan bagi kami,” ujar salah satu dari keluarga penumpang pesawat.
Sementara itu, Direktur komersial Malaysia Airlines, Hugh Dunleavy, mengatakan kepada kerabat penumpang, bahwa pihak penerbangan tidak akan menanggapi lebih banyak pertanyaan, seputar investigasi kriminal.
Keterangan Najib yang dimaksud adalah, saat dia menyampaikan pesawat MH370 melakukan kontak terakhir dengan petugas lalu lintas udara pukul 08.11 waktu Malaysia, Sabtu (8/3/2014) pekan lalu. Padahal, keterangan resmi dari data petugas lalu lintas udara menyebut kontak terakhir itu terjadi pada pukul 01.20 waktu Malaysia, Sabtu pekan lalu.
”Bagaimana ini bisa terjadi?, teriak salah satu keluarga penumpang asal Beijing, China yang menyaksikan jumpa pers Najib. Keterangan resmi dari petugas lalu lintas udara adalah, pesawat itu kontak terakhir pukul 01.20 atau sekitar satu jam setelah pesawat MH370 lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur.
”Pesawat tidak bisa terbang melampaui pukul 08.11. Di mana (pesawat) itu mendarat?, tanya salah satu keluarga penumpang pesawat yang tidak bisa menerima penjelasan PM Malaysia itu. ”Ini lebih dan lebih menggelikan,” teriak salah satu dari mereka, sebagaimana dilansir Straits Times.
Saking jengkelnya, sebagian keluarga penumpang itu meninggalkan lokasi jumpa pers PM Malaysia. Kendati demikian, mereka percaya dengan pernyataan Najib, bahwa sistem komunikasi (transponder) pesawat itu dinonaktifkan secara sengaja. Dengan demikian, peluang para penumpang selamat adalah 50%:50%. ”Ada secuil harapan bagi kami,” ujar salah satu dari keluarga penumpang pesawat.
Sementara itu, Direktur komersial Malaysia Airlines, Hugh Dunleavy, mengatakan kepada kerabat penumpang, bahwa pihak penerbangan tidak akan menanggapi lebih banyak pertanyaan, seputar investigasi kriminal.
(mas)