Pilot bajak MH370, PM Malaysia: Tak ada konfirmasi
Sabtu, 15 Maret 2014 - 14:46 WIB
Pilot bajak MH370, PM Malaysia: Tak ada konfirmasi
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak ikut angkat bicara perihal laporan dari seorang pejabatnya yang menyebut salah satu pilot membajak pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Najib mengatakan, tidak ada konfirmasi soal laporan itu.
”Saya ingin (semua) menjadi sangat jelas, kami masih menyelidiki segala kemungkinan apa yang menyebabkan MH370 menyimpang dari jalur penerbangan semula,” kata Najib, dalam konferensi pers di Hotel Sama-Sama, kawasan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Sabtu (15/3/2014).
Najib menambahkan bahwa kepentingan keamanan nasional saat ini adalah pencarian pesawat yang hilang.“Berdasarkan komunikasi satelit yang baru, kita dapat mengatakan dengan tingkat kepastian yang tinggi, bahwa Komunikasi dan Sistem Pelaporan Pesawat (ACARs) dinonaktifkan sebelum pesawat mencapai pantai timur Semenanjung Malaysia,” ujar Najib.
Tak lama setelah itu, transponder pesawat saat mendekati perbatasan antara Malaysia dan Vietnam dimatikan sehingga kehilangan kontak dengan petugas lalu lintas udara.
”Hari ini, berdasarkan data satelit mentah yang diperoleh dari penyedia layanan data satelit, kita bisa memastikan bahwa pesawat yang ditunjukkan dalam data radar primer adalah pesawat dengan nomor penerbangan MH370,” imbuh Najib.
Penjelasan Najib itu, sekaligus untuk menepis laporan bahwa pesawat jenis Boeing 777 - 200ER yang dikemudikan oleh Kapten Zaharie Ahmad Shah, 53 dan co-pilot Fariq Abdul Hamid, 27 dengan 227 penumpang dan 10 awak lainnya telah dibajak.
Seorang pejabat Pemerintah Malaysia, bahkan menyampaikan, kesimpulan para penyidik, bahwa salah satu pilot atau orang lain yang ahli menerbangkan pesawat telah membajak pesawat MH370. Pejabat itu mengatakan bahwa teori pembajakan tidak diragukan lagi. ”Ini meyakinkan,” katanya.
”Saya ingin (semua) menjadi sangat jelas, kami masih menyelidiki segala kemungkinan apa yang menyebabkan MH370 menyimpang dari jalur penerbangan semula,” kata Najib, dalam konferensi pers di Hotel Sama-Sama, kawasan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Sabtu (15/3/2014).
Najib menambahkan bahwa kepentingan keamanan nasional saat ini adalah pencarian pesawat yang hilang.“Berdasarkan komunikasi satelit yang baru, kita dapat mengatakan dengan tingkat kepastian yang tinggi, bahwa Komunikasi dan Sistem Pelaporan Pesawat (ACARs) dinonaktifkan sebelum pesawat mencapai pantai timur Semenanjung Malaysia,” ujar Najib.
Tak lama setelah itu, transponder pesawat saat mendekati perbatasan antara Malaysia dan Vietnam dimatikan sehingga kehilangan kontak dengan petugas lalu lintas udara.
”Hari ini, berdasarkan data satelit mentah yang diperoleh dari penyedia layanan data satelit, kita bisa memastikan bahwa pesawat yang ditunjukkan dalam data radar primer adalah pesawat dengan nomor penerbangan MH370,” imbuh Najib.
Penjelasan Najib itu, sekaligus untuk menepis laporan bahwa pesawat jenis Boeing 777 - 200ER yang dikemudikan oleh Kapten Zaharie Ahmad Shah, 53 dan co-pilot Fariq Abdul Hamid, 27 dengan 227 penumpang dan 10 awak lainnya telah dibajak.
Seorang pejabat Pemerintah Malaysia, bahkan menyampaikan, kesimpulan para penyidik, bahwa salah satu pilot atau orang lain yang ahli menerbangkan pesawat telah membajak pesawat MH370. Pejabat itu mengatakan bahwa teori pembajakan tidak diragukan lagi. ”Ini meyakinkan,” katanya.
(mas)