Usai lenyap, pesawat MH370 diduga masih terbang ribuan mil
Sabtu, 15 Maret 2014 - 12:39 WIB
Usai lenyap, pesawat MH370 diduga masih terbang ribuan mil
A
A
A
Sindonews.com – Para penyelidik pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 menduga pesawat itu masih terbang ribuan mil setelah dinyatakan hilang misterius atau tak terpantau radar. Penyelidik juga menduga pesawat tersebut jatuh di Samudera Hindia setelah kehabisan bahan bakar.
Menurut penyelidik yang menolak diidentifikasi dengan alasan investigasi masih berlangsung, mengatakan, pesawat MH370 memiliki bahan bakar yang cukup, bahkan tersisa untuk melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur ke Bejing. Rute itu yang hanya butuh waktu di bawah enam jam.
Dua sumber dari penyelidik Amerika Serikat, mengatakan, data radar militer Malaysia menunjukkan pesawat terakhir terlihat oleh radar pada tanggal 8 Maret 2014 di sebelah barat laut Malaysia. ”Sinyal elektronik yang diyakini telah ditransmisikan selama beberapa jam setelah pesawat terbang keluar dari jangkauan radar,” tulis Reuters, Sabtu (15/3/2014) mengutip sumber itu.
Meski diragukan pesawat terbang, bahkan jatuh di Samudera Hindia, dengan alasan langit di kawasan Asia Tenggar terkenal sangat sibuk dan pesawat pasti terpantau, para peneliti itu membalikkan asumsi pihak yang meragukan mereka. Para peneliti AS itu berbalik meragukan, dugaan pesawat terbang menuju kawasan India, karena sistem pertahanan di negara itu terkenal kuat.
Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, tidak mengabaikan dugaan pesawat MH370 dibajak.”Transponder bisa saja telah dimatikan secara sengaja atau di bawah paksaan atau karena terjadi ledakan,” katanya, seperti dikutip New Straits Times, Sabtu (15/3/2014). ”Dari awal, kita melihat semua kemungkinan (bisa terjadi)."
Menurut penyelidik yang menolak diidentifikasi dengan alasan investigasi masih berlangsung, mengatakan, pesawat MH370 memiliki bahan bakar yang cukup, bahkan tersisa untuk melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur ke Bejing. Rute itu yang hanya butuh waktu di bawah enam jam.
Dua sumber dari penyelidik Amerika Serikat, mengatakan, data radar militer Malaysia menunjukkan pesawat terakhir terlihat oleh radar pada tanggal 8 Maret 2014 di sebelah barat laut Malaysia. ”Sinyal elektronik yang diyakini telah ditransmisikan selama beberapa jam setelah pesawat terbang keluar dari jangkauan radar,” tulis Reuters, Sabtu (15/3/2014) mengutip sumber itu.
Meski diragukan pesawat terbang, bahkan jatuh di Samudera Hindia, dengan alasan langit di kawasan Asia Tenggar terkenal sangat sibuk dan pesawat pasti terpantau, para peneliti itu membalikkan asumsi pihak yang meragukan mereka. Para peneliti AS itu berbalik meragukan, dugaan pesawat terbang menuju kawasan India, karena sistem pertahanan di negara itu terkenal kuat.
Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein, tidak mengabaikan dugaan pesawat MH370 dibajak.”Transponder bisa saja telah dimatikan secara sengaja atau di bawah paksaan atau karena terjadi ledakan,” katanya, seperti dikutip New Straits Times, Sabtu (15/3/2014). ”Dari awal, kita melihat semua kemungkinan (bisa terjadi)."
(mas)