Mampu hindari radar, terduga pembajak MH370 canggih
Sabtu, 15 Maret 2014 - 11:25 WIB
Mampu hindari radar, terduga pembajak MH370 canggih
A
A
A
Sindonews.com - Para pejabat Malaysia sekarang percaya, bahwa hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kemungkinan besar dibajak. Baik pejabat maupun seorang pilot mengatakan, jika benar pesawat MH370 disabotase, maka pembajaknya canggih karena mampu menghindari radar.
”(Pembajak) ini harus terampil dan kompeten,” kata pejabat senior Malaysia yang terlibat dalam tim gabungan internasional pencari pesawat MH370, yang berbicara dalam kondisi anonim.
”Dia tahu bagaimana untuk menghindari radar sipil. Dia tampaknya telah mempelajari bagaimana untuk menghindarinya,” lanjut pejabat itu.
Dugaan pembajakan pesawat MH370 semakin kuat, dengan temuan analisa bahwa, transponder pesawat diduga kuat sengaja dimatikan. Dengan dimatikannya alat komunikasi pesawat itu, dugaan pesawat masih terbang hingga lima jam setelah lenyap misterius juga bukan hal yang mustahil.
Scott Shankland, seorang pilot dari American Airlines yang menghabiskan beberapa tahun sebagai co-pilot pada pesawat Boeing 777, mengatakan, tidak mudah pembajak pesawat menonaktifkan radio dan sistem pelacakan pesawat.
Dia pun menduga pembajak sudah terlatih untuk menerbangkan pesawat. ”Mungkin akan membutuhkan waktu cukup lama untuk itu. Anda bisa menonaktifkan banyak peralatan pelacakan, tapi mungkin tidak semuanya,” katanya, seperti dikutip AP, Sabtu (15/3/2014).
John Hansman, seorang profesor aeronautika di MIT yang akrab dengan Boeing 777, mengatakan, kemungkinan ada penyusup mematikan transponder.
Tapi, untuk mengetahui cara mematikan sistem itu, katanya, merupakan hal yang sangat sulit. ”Jika itu adalah pembajakan, itu mungkin pembajakan yang sudah buruk,” ucapnya.
”(Pembajak) ini harus terampil dan kompeten,” kata pejabat senior Malaysia yang terlibat dalam tim gabungan internasional pencari pesawat MH370, yang berbicara dalam kondisi anonim.
”Dia tahu bagaimana untuk menghindari radar sipil. Dia tampaknya telah mempelajari bagaimana untuk menghindarinya,” lanjut pejabat itu.
Dugaan pembajakan pesawat MH370 semakin kuat, dengan temuan analisa bahwa, transponder pesawat diduga kuat sengaja dimatikan. Dengan dimatikannya alat komunikasi pesawat itu, dugaan pesawat masih terbang hingga lima jam setelah lenyap misterius juga bukan hal yang mustahil.
Scott Shankland, seorang pilot dari American Airlines yang menghabiskan beberapa tahun sebagai co-pilot pada pesawat Boeing 777, mengatakan, tidak mudah pembajak pesawat menonaktifkan radio dan sistem pelacakan pesawat.
Dia pun menduga pembajak sudah terlatih untuk menerbangkan pesawat. ”Mungkin akan membutuhkan waktu cukup lama untuk itu. Anda bisa menonaktifkan banyak peralatan pelacakan, tapi mungkin tidak semuanya,” katanya, seperti dikutip AP, Sabtu (15/3/2014).
John Hansman, seorang profesor aeronautika di MIT yang akrab dengan Boeing 777, mengatakan, kemungkinan ada penyusup mematikan transponder.
Tapi, untuk mengetahui cara mematikan sistem itu, katanya, merupakan hal yang sangat sulit. ”Jika itu adalah pembajakan, itu mungkin pembajakan yang sudah buruk,” ucapnya.
(mas)