Butuh 3 menit, jika transponder MH370 sengaja dimatikan
Jum'at, 14 Maret 2014 - 16:25 WIB
Butuh 3 menit, jika transponder MH370 sengaja dimatikan
A
A
A
Sindonews.com – Dugaan lenyapnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 secara misterius karena ada yang sengaja mematikan transponder semakin menguat. Namun, butuh waktu sangat singkat untuk mematikan transponder itu, yakni hanya tiga menit.
Salah satu pilot yang berpengalaman, menuturkan, transponder hanya bisa dimatikan secara manual. ”Ada jeda tiga menit untuk melakukan hal ini, dan transponder hanya dapat dimatikan secara manual,”kata pilot yang diwawancarai dengan syarat anonim kepada Malaysia Insider, Jumat (14/3/2014).
Transponder sejatinya merupakan singkatan dari transmitter responder , yakni sebuah perangkat otomatis yang menerima, memperkuat dan mengirimkan sinyal dan frekuensi tertentu. Alat ini dipasang di pesawat agar bisa terpantau radar. Jika alat ini dimatikan, otomatis pesawat tidak terdeteksi radar.
Pilot itu mengatakan, transponder membawa semua informasi tentang kondisi pesawat. Di antaranya, ketinggian, lokasi dan data lain yang dipantau pengendali lalu lintas udara untuk memastikan pesawat terbang pada jalur yang tepat.
”Setelah transponder tidak aktif, radar tidak memiliki lagi informasi keberadaan pesawat,” kata pilot itu menambahkan, bahwa radar primer militer tidak mengetahui data tersebut.
ABC News melaporkan bahwa para pejabat Amerika Serikat percaya dua sistem komunikasi pesawat Malaysia Airlines MH370 mati dalam tempo berjeda. Pejabat itu tidak manampik, dugaan transponder pesawa MH370 memang sengaja dimatikan.
Pihak Malaysia Airlines sendiri menolak spekulasi yang menyebut, kru atau awak pesawat sengaja menghilangkan pesawat MH370. Penolakan spekulasi itu, disampaikan Hugh Dunleavy, Direktur Komersial Malaysia Airlines kepada Reuters.
”Kita tidak punya alasan untuk percaya bahwa ada sesuatu, tindakan apapun, secara internal oleh kru yang menyebabkan hilangnya pesawat ini,” katanya.
Salah satu pilot yang berpengalaman, menuturkan, transponder hanya bisa dimatikan secara manual. ”Ada jeda tiga menit untuk melakukan hal ini, dan transponder hanya dapat dimatikan secara manual,”kata pilot yang diwawancarai dengan syarat anonim kepada Malaysia Insider, Jumat (14/3/2014).
Transponder sejatinya merupakan singkatan dari transmitter responder , yakni sebuah perangkat otomatis yang menerima, memperkuat dan mengirimkan sinyal dan frekuensi tertentu. Alat ini dipasang di pesawat agar bisa terpantau radar. Jika alat ini dimatikan, otomatis pesawat tidak terdeteksi radar.
Pilot itu mengatakan, transponder membawa semua informasi tentang kondisi pesawat. Di antaranya, ketinggian, lokasi dan data lain yang dipantau pengendali lalu lintas udara untuk memastikan pesawat terbang pada jalur yang tepat.
”Setelah transponder tidak aktif, radar tidak memiliki lagi informasi keberadaan pesawat,” kata pilot itu menambahkan, bahwa radar primer militer tidak mengetahui data tersebut.
ABC News melaporkan bahwa para pejabat Amerika Serikat percaya dua sistem komunikasi pesawat Malaysia Airlines MH370 mati dalam tempo berjeda. Pejabat itu tidak manampik, dugaan transponder pesawa MH370 memang sengaja dimatikan.
Pihak Malaysia Airlines sendiri menolak spekulasi yang menyebut, kru atau awak pesawat sengaja menghilangkan pesawat MH370. Penolakan spekulasi itu, disampaikan Hugh Dunleavy, Direktur Komersial Malaysia Airlines kepada Reuters.
”Kita tidak punya alasan untuk percaya bahwa ada sesuatu, tindakan apapun, secara internal oleh kru yang menyebabkan hilangnya pesawat ini,” katanya.
(mas)