Jepang desak Rusia lakukan pembicaraan terkait Ukraina
Rabu, 12 Maret 2014 - 20:00 WIB
Jepang desak Rusia lakukan pembicaraan terkait Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, Fumio Kishida, mendesak Rusia untuk segera melakukan pembicaraan dengan Ukraina terkait penyelesaian krisis di Crimea.
“Kishida mendorong Rusia untuk mengadakan dialog langsung dengan pemerintahan sementara Ukraina, tanpa merugikan kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial,” ungkap pihak Kementerian Luar Negeri Jepang.
Seorang diplomat asal Jepang juga menyatakan keprihatinan atas apa yang terjadi di Crimea. “Jepang tidak bisa menerima perubahan status quo melalui kekerasan dan sangat menuntut bahwa masalah ini akan diselesaikan secara damai,” ungkap diplomat tesebut, seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (12/3/2014).
Pihak Rusia langsung merespon pernyataan tersebut. “Sergei lavrov sudah menjelaskan posisi Rusia dan menyatakan reaksi negatif untuk mengarahkan dialog, karena tidak melihat legitimasi pemerintah sementara Ukraina,” ungkap pihak Rusia melalui sebuah pernyataan.
Sehari sebelumnya, pihak Rusia mengecam tindakan Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry, saat menolak undangan Menlu Rusia Sergei Lavrov untuk membicarkan masalah Ukraina.
“Kishida mendorong Rusia untuk mengadakan dialog langsung dengan pemerintahan sementara Ukraina, tanpa merugikan kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial,” ungkap pihak Kementerian Luar Negeri Jepang.
Seorang diplomat asal Jepang juga menyatakan keprihatinan atas apa yang terjadi di Crimea. “Jepang tidak bisa menerima perubahan status quo melalui kekerasan dan sangat menuntut bahwa masalah ini akan diselesaikan secara damai,” ungkap diplomat tesebut, seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (12/3/2014).
Pihak Rusia langsung merespon pernyataan tersebut. “Sergei lavrov sudah menjelaskan posisi Rusia dan menyatakan reaksi negatif untuk mengarahkan dialog, karena tidak melihat legitimasi pemerintah sementara Ukraina,” ungkap pihak Rusia melalui sebuah pernyataan.
Sehari sebelumnya, pihak Rusia mengecam tindakan Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry, saat menolak undangan Menlu Rusia Sergei Lavrov untuk membicarkan masalah Ukraina.
(esn)