Sebelum MH370 hilang, al-Qaeda pernah incar pesawat Malaysia

Rabu, 12 Maret 2014 - 19:16 WIB
Sebelum MH370 hilang,...
Sebelum MH370 hilang, al-Qaeda pernah incar pesawat Malaysia
A A A
Sindonews.com – Sebelum tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, kelompok teroris al-Qaeda diketahui pernah menargetkan pesawat Malaysia untuk aksi teror. Kelompok yang didirikan Osama bin Laden itu pada tahun 2001 menargetkan pesawat Malaysia dan pesawat Amerika Serikat.

Namun, pada serangan 11 September 2001 atau 11/9, hanya pesawat AS yang dibajak untuk ditabrakkan ke gedung WTC. Klaim pesawat Malaysia pernah diincar kelompok al-Qaeda tersebut terungkap dalam persidangan di pengadilan New York.

Pengadilan itu mengungkap, peran pembom asal Inggris, Saajid Badat yang sudah telah dijatuhi hukuman 13 tahun pada 2005 karena berkonspirasi dalam pembajakan pesawat AS. Dari pengakuan Badat itulah, pengadilan membuat laporan, bahwa pesawat Malaysia pernah menjadi target al-Qaeda.

Pada tahun 2001, Badat dan terdakwa lain asal Inggris, Richard Reid diperintahkan oleh para pemimpin al-Qaeda untuk meledakkan dua pesawat AS dengan bom yang tersembunyi di sepatu mereka.

Tapi, Reid sempat mencoba dan gagal untuk meledakkan bomnya dalam penerbangan Paris menuju Miami. Sedangkan Badat berubah pikiran untuk melakukan serangan.

Badat kepada jaksa AS, di persidangan dengan terdakwa menantu Osama bin Laden, pada Selasa kemarin waktu AS, mengaku diberi dua bom sepatu. Satu bom dia rencanakan untuk aksi di Inggris, dan lainnya dia berikan ke sel kelompok teroris di Malaysia.

Menurut Badat, bom sepatu itu mampu menjatuhkan pesawat. Namun, dia tidak mengetahui apakah kelompok teroris di Malaysia menjalankan aksinya atau tidak. Badat menggambarkan Malaysia sebagai kelompok yang terdiri dari empat sampai lima orang, termasuk pilot pesawat.

”Saya memberikan salah satu sepatu saya ke Malaysia. Saya pikir itu untuk mengakses ke kokpit.” Katanya dalam kesaksikan di pengadilan, seperti dikutip The Star, Rabu (12/3/2014).

Badat percaya, kelompok di Malaysia, termasuk pilot , “siap untuk melakukan suatu tindakan”. Dia pernah bertemu dengan kelompok di Malaysia.”Jadi saya (saat itu) bertanya; Bagaimana kalau saya memberikan salah satu bom saya untuk membuka pintu kokpit?,” imbuh Badat.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
55 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
3 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
4 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Teori Nasib Pesawat...
5 Teori Nasib Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang Hilang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved