Malaysia Airlines tolak dugaan kru sengaja lenyapkan MH370
Rabu, 12 Maret 2014 - 15:23 WIB
Malaysia Airlines tolak dugaan kru sengaja lenyapkan MH370
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Malaysia Airlines pada Rabu (12/3/2014) menolak spekulasi yang menyebut, kru atau awak pesawat sengaja menghilangkan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang membawa 239 orang.
Penolakan spekulasi itu, disampaikan Hugh Dunleavy, Direktur Komersial Malaysia Airlines kepada Reuters. ”Kita tidak punya alasan untuk percaya bahwa ada sesuatu, tindakan apapun, secara internal oleh kru yang menyebabkan hilangnya pesawat ini,” kata Dunleavy.
Keberadaan pesawat itu hingga kini masih misterius, meski sudah dicari selama lima hari ini. Parahnya, pihak berwenang Malaysia memberikan keterangan yang berbeda-beda. Sebelumnya, media Malaysia mengutip keterangan pimpinan Angkatan Udara menyatakan, bahwa pesawat MH370 terlacak di Selat Malaka.
Namun, hari ini Kepala Angkatan Udara Malaysia, Jenderal Rodzali Daud menarik pernyataan itu. ”Saya ingin menyatakan, bahwa saya tidak membuat pernyataan seperti itu,” kata Rodzali, dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan spekulasi pesawat dibajak teroris juga dibantah pihak Interpol. Sekjen Interpol, Ronald Noble, curiga dua penumpang misterius asal Iran yang menggunakan paspor curian adalah orang yang diselundupkan oleh sindikat perdagangan manusia.
”Semakin banyak informasi yang kita dapatkan, semakin kita cenderung untuk menyimpulkan itu bukan ulah teroris,” kata Noble.
Penolakan spekulasi itu, disampaikan Hugh Dunleavy, Direktur Komersial Malaysia Airlines kepada Reuters. ”Kita tidak punya alasan untuk percaya bahwa ada sesuatu, tindakan apapun, secara internal oleh kru yang menyebabkan hilangnya pesawat ini,” kata Dunleavy.
Keberadaan pesawat itu hingga kini masih misterius, meski sudah dicari selama lima hari ini. Parahnya, pihak berwenang Malaysia memberikan keterangan yang berbeda-beda. Sebelumnya, media Malaysia mengutip keterangan pimpinan Angkatan Udara menyatakan, bahwa pesawat MH370 terlacak di Selat Malaka.
Namun, hari ini Kepala Angkatan Udara Malaysia, Jenderal Rodzali Daud menarik pernyataan itu. ”Saya ingin menyatakan, bahwa saya tidak membuat pernyataan seperti itu,” kata Rodzali, dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan spekulasi pesawat dibajak teroris juga dibantah pihak Interpol. Sekjen Interpol, Ronald Noble, curiga dua penumpang misterius asal Iran yang menggunakan paspor curian adalah orang yang diselundupkan oleh sindikat perdagangan manusia.
”Semakin banyak informasi yang kita dapatkan, semakin kita cenderung untuk menyimpulkan itu bukan ulah teroris,” kata Noble.
(mas)