Jurnalis Swedia tewas ditembak di Afghanistan
Selasa, 11 Maret 2014 - 18:28 WIB
Jurnalis Swedia tewas ditembak di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria bersenjata tak dikenal menembak seorang jurnalis asal Swedia. Kejadian tersebut berlangsung di depan salah satu restoran di Kabul, salah satu kota di Afghanistan dengan keamanan paling ketat.
Kedutaan Besar Swedia mengidentifikasi korban sebagai Nils Horner (51), yang bekerja untuk Radio Swedia dan memiliki kebangsaan ganda Inggris–Swedia.
"Nils adalah salah satu staf terbaik dan koresponden paling berpengalaman. Apa yang telah terjadi padanya hari ini sangat mengerikan," ungkap Direktur Radio Swedia, Cilla Benk. "Kami sekarang berusaha untuk mendapatkan rincian sebanyak yang kami bisa tentang kejadian tersebut," lanjut Benk, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/3/2014).
“Homer sedang berdiri di depan restoran Libanon bersama dengan seorang sopir dan penejemah, ketika seorang dengan pakaian ala barat mendekatinya dan menebak Homer tepat di bagian kepala belakang,” ungkap Zubir, pelayanan di restoran tersebut.
Serangan tersebut berlangsung tidak lama setelah Taliban meledakan restoran Libanon laiinya, yang menewaskan 21 orang, 13 diantara warga asing. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun, mereka akan menyelidikinya.
Kedutaan Besar Swedia mengidentifikasi korban sebagai Nils Horner (51), yang bekerja untuk Radio Swedia dan memiliki kebangsaan ganda Inggris–Swedia.
"Nils adalah salah satu staf terbaik dan koresponden paling berpengalaman. Apa yang telah terjadi padanya hari ini sangat mengerikan," ungkap Direktur Radio Swedia, Cilla Benk. "Kami sekarang berusaha untuk mendapatkan rincian sebanyak yang kami bisa tentang kejadian tersebut," lanjut Benk, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/3/2014).
“Homer sedang berdiri di depan restoran Libanon bersama dengan seorang sopir dan penejemah, ketika seorang dengan pakaian ala barat mendekatinya dan menebak Homer tepat di bagian kepala belakang,” ungkap Zubir, pelayanan di restoran tersebut.
Serangan tersebut berlangsung tidak lama setelah Taliban meledakan restoran Libanon laiinya, yang menewaskan 21 orang, 13 diantara warga asing. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun, mereka akan menyelidikinya.
(esn)