Penumpang gelap di MH370 warga negara Iran
Selasa, 11 Maret 2014 - 16:26 WIB
Penumpang gelap di MH370 warga negara Iran
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Malaysia mengatakan, bahwa mereka telah mengidentifikasi satu dari dua pria yang menggunakan paspor palsu untuk naik ke pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Penumpang tersebut diindetifikasi berkebangsaan Iran berusia 19 tahun.
"Kami percaya dia tidak mungkin menjadi anggota dari kelompok teror dan kami percaya ia mencoba untuk bermigrasi ke Jerman," ungkap Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (11/3/2014).
Khalid juga menambahkan, bahwa pihaknya belum bisa mengindentifikasi penumpang lainnya. Mereka sudah bekerjasama dengan 14 negara untuk mengungkap identitas para penumpang gelap tersebut.
Khalid mengidentifikasi pria tersebut sebagai Pouria Nour Mohammad Mehrdad. “Pemuda berusia 19 tahun tersebut naik pesawat dengan paspor Austria yang dilaporkan hilang oleh pemiliknya pada 2012 lalu,” ungkap Khalid.
Pihak polisi Malaysia yakin, bahwa pria tersebut akan peri ke Jerman, karena pihak kepolisian langsung menghubungi ibu dari pemuda tersebut. Sang ibu mengatakan, bahwa dia akan menjemput anaknya di bandara Frakfurt. Namun, Khalid tidak memberikan rincian lebih rinci lebih lanjut.
Khalid mngungkapkan pihaknya belum menutup kemungkinan bahwa hilangnya pesawat tersebut merupakan aksi terorisme. Tapi menurut dia, kecil kemungkinananya. Ia juga meminta semua pihak untuk menunggu hasil investigasi selesai.
"Kami percaya dia tidak mungkin menjadi anggota dari kelompok teror dan kami percaya ia mencoba untuk bermigrasi ke Jerman," ungkap Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, seperti dilansir Chanel News Asia, Selasa (11/3/2014).
Khalid juga menambahkan, bahwa pihaknya belum bisa mengindentifikasi penumpang lainnya. Mereka sudah bekerjasama dengan 14 negara untuk mengungkap identitas para penumpang gelap tersebut.
Khalid mengidentifikasi pria tersebut sebagai Pouria Nour Mohammad Mehrdad. “Pemuda berusia 19 tahun tersebut naik pesawat dengan paspor Austria yang dilaporkan hilang oleh pemiliknya pada 2012 lalu,” ungkap Khalid.
Pihak polisi Malaysia yakin, bahwa pria tersebut akan peri ke Jerman, karena pihak kepolisian langsung menghubungi ibu dari pemuda tersebut. Sang ibu mengatakan, bahwa dia akan menjemput anaknya di bandara Frakfurt. Namun, Khalid tidak memberikan rincian lebih rinci lebih lanjut.
Khalid mngungkapkan pihaknya belum menutup kemungkinan bahwa hilangnya pesawat tersebut merupakan aksi terorisme. Tapi menurut dia, kecil kemungkinananya. Ia juga meminta semua pihak untuk menunggu hasil investigasi selesai.
(esn)