Tiga WNI ditembak mati polisi Malaysia
Selasa, 11 Maret 2014 - 16:03 WIB
Tiga WNI ditembak mati polisi Malaysia
A
A
A
Sindonews.com – Tiga warga negara Indonesia (WNI), yang diduga sebagai anggota sebuah geng bersenjata ditembak mati oleh tim polisi Malaysia, hari ini (11/3/2014). Ketiga diduga terlibat perampokan dan menembaki tim polisi di perkebunan kelapa sawit di Kuala Ketil, Kedah, Malaysia.
Insiden penembakan tiga WNI terjadi pukul 04.30 waktu Malaysia. Ketiga WNI diperkirakan berusia 20-an tahun. Mereka selama ini beroperasi di wilayah Batu 9, Bukit Selambau.
Tim polisi yang melintas mencurgai gerak-gerik mereka. Polisi merasa ada yang yang salah. Saat didekati, ketiganya lari ke perkebunan kelapa sawit Kuala Muda. Di lokasi itulah, ketiga WNI terlibat baku tembak dan ketiganya tewas.
Kepala polisi Kedah, Datuk Ahmad Ibrahim mengatakan salah satu anak buahnya ditembak selama baku tembak. Namun, berhasil diselamatkan.
“Tim polisi kemudian menyita 38 pistol, parang, alat pembobol rumah dan beberapa narkoba di dalam mobil,”katanya, di lokasi kejadian, seperti dikutip New Straits Times.
Ahmad mengatakan pemeriksaan menunjukkan bahwa mobil yang digunakan ketiga WNI merupakan mobil yang dicuri di wilayah George Town, Penang.
Insiden penembakan tiga WNI terjadi pukul 04.30 waktu Malaysia. Ketiga WNI diperkirakan berusia 20-an tahun. Mereka selama ini beroperasi di wilayah Batu 9, Bukit Selambau.
Tim polisi yang melintas mencurgai gerak-gerik mereka. Polisi merasa ada yang yang salah. Saat didekati, ketiganya lari ke perkebunan kelapa sawit Kuala Muda. Di lokasi itulah, ketiga WNI terlibat baku tembak dan ketiganya tewas.
Kepala polisi Kedah, Datuk Ahmad Ibrahim mengatakan salah satu anak buahnya ditembak selama baku tembak. Namun, berhasil diselamatkan.
“Tim polisi kemudian menyita 38 pistol, parang, alat pembobol rumah dan beberapa narkoba di dalam mobil,”katanya, di lokasi kejadian, seperti dikutip New Straits Times.
Ahmad mengatakan pemeriksaan menunjukkan bahwa mobil yang digunakan ketiga WNI merupakan mobil yang dicuri di wilayah George Town, Penang.
(mas)