Dikira penculik, polisi Venezuela tembak mati intel cantik
Selasa, 11 Maret 2014 - 11:56 WIB
Dikira penculik, polisi Venezuela tembak mati intel cantik
A
A
A
Sindonews.com – Jaksa di Venzuela mendakwa seorang polisi setelah menembak mati seorang perempuan cantik yang merupakan agen intelijen Pemerintah Venezuela. Agen intelijen cantik itu ditembak mati, setelah dikira seorang penculik.
Agen intelijen perempuan itu muncul di tengah-tengah demonstran dan memaksa seorang pendemo masuk ke mobil. Agen intelijen cantik itu berpakaian preman. Polisi penembak tersebut didakwa kemarin waktu Venezuela, atas insiden penembakan yang terjadi di Caracas Jumat lalu.
Sedikitnya sudah 21 orang tewas dalam kerusuhan terburuk di negara itu selama satu dekade. Demonstrasi besar-besaran di negara yang pernah dipimpin Hugo Chavez itu pecah, setelah krisis ekonomi mendera Venezuela.
Dalam sebuah rekaman, kamera aparat keamanan, tampak seorang anggota badan intelijen Venezuela ( Sebin) berekelahi dengan seorang pemuda yang membawa sembako. Pemuda itu didorong agar masuk ke sebuah mobil.
Namun, seorang polisi muncul dan mengklaim melakukan upaya penyelamatan korban penculikan. Polisi itu lantas menembak agen intelijen tersebut.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Miguel Rodriguez Torres, mengatakan, polisi tersebut diketahui melepaskan tembakan beberapa kali ke arah agen Sebin, tanpa didahului tembakan peringatan. Agen Sebin berusia 25 tahun itu tewas seketika.
”Tidak ada keraguan, bahwa mereka (polisi) melakukan pembunuhan. Dan harus masuk penjara,” kata Torres kepada jaringan televisi Caracas, seperti dikutip Reuters, Selasa (11/3/2014).”Itu bukan penculikan. Itu penahanan,” lanjut Torres membela aksi intelijen cantik itu. Pemuda 20 tahun yang hendak ditahan intelijen, dituduh terlibat dalam aksi kekerasan.
Agen intelijen perempuan itu muncul di tengah-tengah demonstran dan memaksa seorang pendemo masuk ke mobil. Agen intelijen cantik itu berpakaian preman. Polisi penembak tersebut didakwa kemarin waktu Venezuela, atas insiden penembakan yang terjadi di Caracas Jumat lalu.
Sedikitnya sudah 21 orang tewas dalam kerusuhan terburuk di negara itu selama satu dekade. Demonstrasi besar-besaran di negara yang pernah dipimpin Hugo Chavez itu pecah, setelah krisis ekonomi mendera Venezuela.
Dalam sebuah rekaman, kamera aparat keamanan, tampak seorang anggota badan intelijen Venezuela ( Sebin) berekelahi dengan seorang pemuda yang membawa sembako. Pemuda itu didorong agar masuk ke sebuah mobil.
Namun, seorang polisi muncul dan mengklaim melakukan upaya penyelamatan korban penculikan. Polisi itu lantas menembak agen intelijen tersebut.
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Miguel Rodriguez Torres, mengatakan, polisi tersebut diketahui melepaskan tembakan beberapa kali ke arah agen Sebin, tanpa didahului tembakan peringatan. Agen Sebin berusia 25 tahun itu tewas seketika.
”Tidak ada keraguan, bahwa mereka (polisi) melakukan pembunuhan. Dan harus masuk penjara,” kata Torres kepada jaringan televisi Caracas, seperti dikutip Reuters, Selasa (11/3/2014).”Itu bukan penculikan. Itu penahanan,” lanjut Torres membela aksi intelijen cantik itu. Pemuda 20 tahun yang hendak ditahan intelijen, dituduh terlibat dalam aksi kekerasan.
(mas)