Temuan minyak bukan dari MH370, Malaysia kian bingung
Senin, 10 Maret 2014 - 18:58 WIB
Temuan minyak bukan dari MH370, Malaysia kian bingung
A
A
A
Sindonews.com - Tumpahan minyak yang ditemukan di perairan Malaysia, ternyata bukan dari pesawat Malaysia Airlines MH370. Fakta terbaru itu, semakin membuat bingung otortitas penerbangan Malaysia karena tidak ada lagi temuan jejak pesawat yang bisa diharapkan.
Demikian disampaikan Kepala Malaysia Maritime Enforcement Agency (MMEA), Laksamana Pertama Datuk Nasir Adam. Menurutnya, pihak berwenang Malaysia telah mengkonfirmasi bahwa tumpahan minyak yang ditemukan di sekitar 100 mil dari lepas pantai Kelantan, bukan dari pesawat MH370 yang hilang sejak Sabtu pekan lalu.
“Hasil analisis negatif, sampel tidak dari MH370,” katanya, seperti dikutip The Star, Senin (10/3/2014). ”Sampel itu sebenarnya dari sebuah kapal,” katanya lagi.
MMEA semula mengirimkan sampel tumpahan minyak yang ditemukan kemarin di kawasan Laut China Selatan, untuk diteliti di laboratorium.
Dalam laporan yang dirilis pukul 17.00 waktu Malaysia, Direktur Jenderal dari Departemen Kimia Malaysia, Ahmad Ridzuan Ibrahim, mengatakan sampel tumpahan minyak diuji melalui tiga tahapan,
Tes pertama adalah untuk menentukan apakah itu itu termasuk minyak mineral. Tes kedua, untuk menentukan apakah sampel itu termasuk minyak ringan atau minyak berat. ”Tes terakhir, memeriksa apakah sampel itu termasuk jenis bahan bakar atau bukan,” bunyi rilis tersebut.
Demikian disampaikan Kepala Malaysia Maritime Enforcement Agency (MMEA), Laksamana Pertama Datuk Nasir Adam. Menurutnya, pihak berwenang Malaysia telah mengkonfirmasi bahwa tumpahan minyak yang ditemukan di sekitar 100 mil dari lepas pantai Kelantan, bukan dari pesawat MH370 yang hilang sejak Sabtu pekan lalu.
“Hasil analisis negatif, sampel tidak dari MH370,” katanya, seperti dikutip The Star, Senin (10/3/2014). ”Sampel itu sebenarnya dari sebuah kapal,” katanya lagi.
MMEA semula mengirimkan sampel tumpahan minyak yang ditemukan kemarin di kawasan Laut China Selatan, untuk diteliti di laboratorium.
Dalam laporan yang dirilis pukul 17.00 waktu Malaysia, Direktur Jenderal dari Departemen Kimia Malaysia, Ahmad Ridzuan Ibrahim, mengatakan sampel tumpahan minyak diuji melalui tiga tahapan,
Tes pertama adalah untuk menentukan apakah itu itu termasuk minyak mineral. Tes kedua, untuk menentukan apakah sampel itu termasuk minyak ringan atau minyak berat. ”Tes terakhir, memeriksa apakah sampel itu termasuk jenis bahan bakar atau bukan,” bunyi rilis tersebut.
(mas)