Bom bunuh diri tewaskan 32 warga Irak
Minggu, 09 Maret 2014 - 18:00 WIB
Bom bunuh diri tewaskan 32 warga Irak
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya 32 orang tewas dan 147 lainnya terluka saat seorang yang mengendarai sebuah mobil minibus yang penuh bahan peledak, meledakkan dirinya di kota Hilla, Irak selatan.
“Penyerang mendekati sebuah pos pemeriksaan di utara pintu masuk ke kota yang matoritas dihuni oleh penganut Syiah dan meledakkan minibus. Setidaknya 50 mobil terbakar dengan penumpang terjebak di dalam dan pos pemeriksaan itu sendiri dalam kondisi hancur,” ungkap petugas keamanan setempat. Seperti yang dilansir Reuters, Minggu (9/3/2014).
Belum diketahui kelompok mana yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, bila dilihat metodenya, bom bunuh diri dengan menggunakan mobil adalah ciri khas kelompok militan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
"Saya sedang duduk di dalam kios, ketika tiba-tiba ledakan melemparkan saya ke luar dan melemparkan bahan makanan saya di udara. Saya melihat mobil terbakar dengan orang-orang di dalamnya, " ungkap Abu Nawar, pemilik kios yang dekat dengan lokasi kejdian.
"Ketika polisi mencurigai minibus tersebut, ia meminta sopir untuk menepi untuk dilakukan pemeriksaan, namun kendaraan itu meledak seketika," ungkap petugas keamanan setempat.
Pemboman dan serangan lain menewaskan hampir 8.000 warga sipil tahun 2013, periode terburuk bagi negara kaya minyak tersebut sejak tahun 2008.
“Penyerang mendekati sebuah pos pemeriksaan di utara pintu masuk ke kota yang matoritas dihuni oleh penganut Syiah dan meledakkan minibus. Setidaknya 50 mobil terbakar dengan penumpang terjebak di dalam dan pos pemeriksaan itu sendiri dalam kondisi hancur,” ungkap petugas keamanan setempat. Seperti yang dilansir Reuters, Minggu (9/3/2014).
Belum diketahui kelompok mana yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, bila dilihat metodenya, bom bunuh diri dengan menggunakan mobil adalah ciri khas kelompok militan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.
"Saya sedang duduk di dalam kios, ketika tiba-tiba ledakan melemparkan saya ke luar dan melemparkan bahan makanan saya di udara. Saya melihat mobil terbakar dengan orang-orang di dalamnya, " ungkap Abu Nawar, pemilik kios yang dekat dengan lokasi kejdian.
"Ketika polisi mencurigai minibus tersebut, ia meminta sopir untuk menepi untuk dilakukan pemeriksaan, namun kendaraan itu meledak seketika," ungkap petugas keamanan setempat.
Pemboman dan serangan lain menewaskan hampir 8.000 warga sipil tahun 2013, periode terburuk bagi negara kaya minyak tersebut sejak tahun 2008.
(esn)