Malaysia Airlines lenyap & rekam jejak Boeing 777
Sabtu, 08 Maret 2014 - 17:36 WIB
Malaysia Airlines lenyap & rekam jejak Boeing 777
A
A
A
Sindonews.com - Pesawat Malaysia Airlines yang lenyap misterius usai lepas landas dari Bandara Kuala Lumpur diketahui berjenis Boeing 777. Pesawat jenis itu dikenal sebagai pesawat tangguh.
Dari catatan spesifikasi, pesawat Boeing 777 rata-rata berbadan lebar, bermesin ganda dan dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang ketat. Pesawat jenis ini pertama kali melakukan pelayanan komersial pada tahun 1995.
Pesawat-pesawat Boeing 777 juga menjadi andalan dalam penerbangan selama 12 jam atau lebih. Selain itu, pesawat jenis ini juga diandalkan untuk penerbangan antar-benua. Pesawat tangguh itu, sejatinya sebagai pengganti pesawat Boeing 747 yang usianya sudah tua.
Pernah kecelakaan
Namun, tidak ada sempurna. Pesawat Boeing 777 juga memiliki jejak rekam kecelakaan. Salah satunya adalah pesawat Asiana Airlines Boeing 777-200 yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan Korea Selatan. Pesawat itu tergelincir dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional San Francisco pada bulan Juli 2013.
Tiga orang tewas dalam insiden itu , termasuk seorang gadis China yang semula selamat dari kecelakaan itu, tetapi ditabrak oleh kendaraan penyelamat saat ia berbaring tak bergerak di landasan pacu. Laporan terbaru, pesawat itu diklaim tidak mengalami masalah mesin maupun mekanis.
Sebelum itu, pada tahun 2008, pesawat Boeing 777 mengalami kecelakaan di Bandara Heathrow, London pada bulan Januari. Beruntung, semua penumpang pesawat British Airways itu selamat.
Kembali ke lenyapnya pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH370. Jika pesawat yang membawa 239 orang itu-- di mana 7 di antaranya warga Indonesia--, benar-benar mengalami kecelakaan, maka itu dianggap kecelakaan parah setelah insiden pesawat Asiana Airlines di Bandara San Fransisco tahun 2013.
Pihak maskapai Malaysia Airlines, mengaku, hingga kini belum mengetahui posisi pesawat tersebut. ”Pihak Malaysia Airlines saat ini bekerjasama dengan pihak berwenang yang telah mengaktifkan tim pencari dan penyelamat untuk menemukan pesawat,” bunyi pernyataan perusahaan penerbangan itu, seperti dilansir Reuters.
Dari catatan spesifikasi, pesawat Boeing 777 rata-rata berbadan lebar, bermesin ganda dan dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang ketat. Pesawat jenis ini pertama kali melakukan pelayanan komersial pada tahun 1995.
Pesawat-pesawat Boeing 777 juga menjadi andalan dalam penerbangan selama 12 jam atau lebih. Selain itu, pesawat jenis ini juga diandalkan untuk penerbangan antar-benua. Pesawat tangguh itu, sejatinya sebagai pengganti pesawat Boeing 747 yang usianya sudah tua.
Pernah kecelakaan
Namun, tidak ada sempurna. Pesawat Boeing 777 juga memiliki jejak rekam kecelakaan. Salah satunya adalah pesawat Asiana Airlines Boeing 777-200 yang dioperasikan oleh perusahaan penerbangan Korea Selatan. Pesawat itu tergelincir dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional San Francisco pada bulan Juli 2013.
Tiga orang tewas dalam insiden itu , termasuk seorang gadis China yang semula selamat dari kecelakaan itu, tetapi ditabrak oleh kendaraan penyelamat saat ia berbaring tak bergerak di landasan pacu. Laporan terbaru, pesawat itu diklaim tidak mengalami masalah mesin maupun mekanis.
Sebelum itu, pada tahun 2008, pesawat Boeing 777 mengalami kecelakaan di Bandara Heathrow, London pada bulan Januari. Beruntung, semua penumpang pesawat British Airways itu selamat.
Kembali ke lenyapnya pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH370. Jika pesawat yang membawa 239 orang itu-- di mana 7 di antaranya warga Indonesia--, benar-benar mengalami kecelakaan, maka itu dianggap kecelakaan parah setelah insiden pesawat Asiana Airlines di Bandara San Fransisco tahun 2013.
Pihak maskapai Malaysia Airlines, mengaku, hingga kini belum mengetahui posisi pesawat tersebut. ”Pihak Malaysia Airlines saat ini bekerjasama dengan pihak berwenang yang telah mengaktifkan tim pencari dan penyelamat untuk menemukan pesawat,” bunyi pernyataan perusahaan penerbangan itu, seperti dilansir Reuters.
(mas)