Korut buktikan berita wakil Jong-un disingkirkan, hoax
Jum'at, 07 Maret 2014 - 14:41 WIB
Korut buktikan berita wakil Jong-un disingkirkan, hoax
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Utara (Korut) membuktikan, bahwa pemberitaan yang menyebut penguasa nomor dua di Pyongyang atau wakil Kim Jong-un, Choe Ryong-hae disingkirkan adalah palsu atau hoax.
Pembuktian itu dilakukan melalui media resminya yang menampilkan foto Ryong-hae yang mendampingi Jong-un dalam inspeksi unit Angkatan Udara, Kamis kemarin. Media pemerintah Korut yang menepis pemberitaan hoax itu adalah Rodong Sinmun.
Foto Ryong-hae dalam koran Korut itu, menjadi penampilan pertamanya di depan publik, sejak dianggap “menghilang” pada 16 Februari 2014. Karena “menghilang” itu, muncul spekulasi publik, bahwa Ryong-hae disingkirkan seperti nasib paman Jong-un, yakni Jang Song-thaek yang dieksekusi mati karena dituduh korupsi dan berkhianat.
Media pertama kali yang memberitakan Ryong-hae disingkirkan adalah media Korea Selatan (Korsel) yang mengutip seorang sumber. Media Korsel menulis, Ryong-hae ditangkap dan ditahan oleh aparat Keamanan Komando Militer Korut (MSC).
“Ini menggarisbawahi risiko yang terlibat dalam memadamkan berita berdasarkan rumor liar yang diberi makan oleh sumber-sumber tak dikenal yang terletak jauh dari Pyongyang,” kata Cheong Seong - Chang , seorang ahli tentang perpolitikan Korut pada Institut Sejong di Seoul, Korsel, Jumat (7/3/2014).
”Di masa lalu, kader senior telah ditangkap oleh Dinas Keamanan Korut untuk diinterogasi. Tujuannya hanya untuk memberikan peringatan bagi kader dan pengikutnya. Namun, kader itu kemudian dikembalikan ke posisi sebelumnya,” lanjut pakar tersebut menyindir pemberitaan tentang Korut yang kerap berlebihan dan salah.
Pembuktian itu dilakukan melalui media resminya yang menampilkan foto Ryong-hae yang mendampingi Jong-un dalam inspeksi unit Angkatan Udara, Kamis kemarin. Media pemerintah Korut yang menepis pemberitaan hoax itu adalah Rodong Sinmun.
Foto Ryong-hae dalam koran Korut itu, menjadi penampilan pertamanya di depan publik, sejak dianggap “menghilang” pada 16 Februari 2014. Karena “menghilang” itu, muncul spekulasi publik, bahwa Ryong-hae disingkirkan seperti nasib paman Jong-un, yakni Jang Song-thaek yang dieksekusi mati karena dituduh korupsi dan berkhianat.
Media pertama kali yang memberitakan Ryong-hae disingkirkan adalah media Korea Selatan (Korsel) yang mengutip seorang sumber. Media Korsel menulis, Ryong-hae ditangkap dan ditahan oleh aparat Keamanan Komando Militer Korut (MSC).
“Ini menggarisbawahi risiko yang terlibat dalam memadamkan berita berdasarkan rumor liar yang diberi makan oleh sumber-sumber tak dikenal yang terletak jauh dari Pyongyang,” kata Cheong Seong - Chang , seorang ahli tentang perpolitikan Korut pada Institut Sejong di Seoul, Korsel, Jumat (7/3/2014).
”Di masa lalu, kader senior telah ditangkap oleh Dinas Keamanan Korut untuk diinterogasi. Tujuannya hanya untuk memberikan peringatan bagi kader dan pengikutnya. Namun, kader itu kemudian dikembalikan ke posisi sebelumnya,” lanjut pakar tersebut menyindir pemberitaan tentang Korut yang kerap berlebihan dan salah.
(mas)