Obama: Referendum Crimea langgar hukum internasional
Jum'at, 07 Maret 2014 - 12:00 WIB
Obama: Referendum Crimea langgar hukum internasional
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, tersinggung dengan referendum yang akan digelar rakyat Crimea untuk menentukan, apakah bergabung dengan Rusia atau Ukraina.
Obama menyebut, referendum itu sebagai pelanggaran karena tanpa izin pemerintahan Ukraina yang sah. Obama juga menyalahkan Rusia, dan sudah memerintahkan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Sanksi itu berupa pembekuan aset-aset pejabat Rusia yang dianggap bertanggung jawab atas pengerahan pasukan Rusia di Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina.
”Referendum yang diusulkan untuk menentukan masa depan Crimea, melanggar konstitusi Ukraina dan melanggar hukum internasional,” kata Obama kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/3/2014). ”Setiap diskusi tentang masa depan Ukraina harus mencakup pemerintah Ukraina yang sah.”
Obama juga menyerukan agar pemantau internasional diizinkan ke Ukraina, untuk mengawal perundingan antara Moskow dan Kiev. ”Rusia akan mempertahankan (militer)-nya atas dasar haknya di Crimea asalkan mematuhi perjanjian dan kedaulatan, serta integritas teritorial Ukraina,” kata Obama.
“Dunia harus mendukung rakyat Ukraina, karena mereka sepakat untuk ikut pemilu pada Mei nanti,” katanya lagi.
Obama menyebut, referendum itu sebagai pelanggaran karena tanpa izin pemerintahan Ukraina yang sah. Obama juga menyalahkan Rusia, dan sudah memerintahkan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Sanksi itu berupa pembekuan aset-aset pejabat Rusia yang dianggap bertanggung jawab atas pengerahan pasukan Rusia di Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina.
”Referendum yang diusulkan untuk menentukan masa depan Crimea, melanggar konstitusi Ukraina dan melanggar hukum internasional,” kata Obama kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/3/2014). ”Setiap diskusi tentang masa depan Ukraina harus mencakup pemerintah Ukraina yang sah.”
Obama juga menyerukan agar pemantau internasional diizinkan ke Ukraina, untuk mengawal perundingan antara Moskow dan Kiev. ”Rusia akan mempertahankan (militer)-nya atas dasar haknya di Crimea asalkan mematuhi perjanjian dan kedaulatan, serta integritas teritorial Ukraina,” kata Obama.
“Dunia harus mendukung rakyat Ukraina, karena mereka sepakat untuk ikut pemilu pada Mei nanti,” katanya lagi.
(mas)