Crimea pilih gabung ke Rusia, Obama sewot
Jum'at, 07 Maret 2014 - 10:27 WIB
Crimea pilih gabung ke Rusia, Obama sewot
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) tersinggung dengan adanya referendum di Crimea, di mana parlemennya sudah memilih bergabung dengan Rusia, ketimbang dengan Ukraina. Obama langsung memerintahkan agar Moskow dijatuhi sanksi.
Sanksi itu, berupa pembekuan aset-aset Moskow di AS. Kendati demikian, para pejabat AS mengatakan bahwa, Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak menjadi salah satu target yang akan dijatuhi sanksi itu.
“Saya tidak membatasi pada berapa banyak orang yang masuk daftar,” kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengacu pada daftar pejabat Moskow yang aset-asetnya di AS akan dibekukan.
Obama sudah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang bertujuan untuk menghukum pejabat Rusia yang bertanggung jawab atas agresi militer di Crimea. Obama juga tersinggung dengan adanya referendum di Crimea.
”Setiap diskusi tentang masa depan Ukraina harus mencakup pemerintah Ukraina yang sah,” kata Obama mengacu pada referendum itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/3/2014).
Obama juga menyerukan agar pemantau internasional diizinkan ke Ukraina, untuk mengawal perundingan antara Moskow dan Kiev. ”Rusia akan mempertahankan (militer)-nya atas dasar haknya di Crimea asalkan mematuhi perjanjian dan kedaulatan, serta integritas teritorial Ukraina,” kata Obama.
“Dunia harus mendukung rakyat Ukraina, karena mereka sepakat untuk ikut pemilu pada Mei nanti,” katanya lagi.
Sanksi itu, berupa pembekuan aset-aset Moskow di AS. Kendati demikian, para pejabat AS mengatakan bahwa, Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak menjadi salah satu target yang akan dijatuhi sanksi itu.
“Saya tidak membatasi pada berapa banyak orang yang masuk daftar,” kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, mengacu pada daftar pejabat Moskow yang aset-asetnya di AS akan dibekukan.
Obama sudah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang bertujuan untuk menghukum pejabat Rusia yang bertanggung jawab atas agresi militer di Crimea. Obama juga tersinggung dengan adanya referendum di Crimea.
”Setiap diskusi tentang masa depan Ukraina harus mencakup pemerintah Ukraina yang sah,” kata Obama mengacu pada referendum itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/3/2014).
Obama juga menyerukan agar pemantau internasional diizinkan ke Ukraina, untuk mengawal perundingan antara Moskow dan Kiev. ”Rusia akan mempertahankan (militer)-nya atas dasar haknya di Crimea asalkan mematuhi perjanjian dan kedaulatan, serta integritas teritorial Ukraina,” kata Obama.
“Dunia harus mendukung rakyat Ukraina, karena mereka sepakat untuk ikut pemilu pada Mei nanti,” katanya lagi.
(mas)