Media Korsel: Jong-un perintahkan 33 orang dieksekusi
Kamis, 06 Maret 2014 - 12:20 WIB
Media Korsel: Jong-un perintahkan 33 orang dieksekusi
A
A
A
Sindonews.com – Media Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo, melansir laporan, bahwa pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un memerintahkan agar 33 orang untuk dieksekusi mati. Mereka dituduh berusaha menggulingkan rezim Kim Jong - un.
Tuduhan itu mengacu kepada laporan yang menyebut, ke-33 orang tersebut telah bekerja sama dengan misionaris Korsel, Kim Jung – wook. Mereka menerima bayaran untuk mendirikan 500 gereja bawah tanah.
Jung - wook ditangkap dan dipenjarakan tahun lalu, atas tuduhan berusaha untuk mendirikan gereja-gereja bawah tanah. Pekan lalu, dia mengadakan konferensi pers, di mana, ia meminta maaf karena melakukan kejahatan anti – negara di Korut, dan memohon agar dibebaskan dari penjara Korut.
Kepada wartawan, Jung-wook mengatakan, bahwa ia ditangkap pada awal Oktober, setelah memasuki wilayah Korut dari China. Dia melakukan perjalanan ke Pyonyang dengan membawa Injil dan bahan-bahan ajaran agama Kristen.
Jung – wook juga mengaku telah menerima bantuan dari badan intelijen Korsel. ”Saya sedang berpikir untuk mengubah Korut menjadi negara agama, dan menghancurkan sistem politik dan pemerintahan yang sekarang,” katanya dalam jumpa pers saat itu.
”Saya menerima uang dari badan intelijen dan mengikuti petunjuk dari mereka, dan mengatur warga Korut untuk bertindak sebagai mata-mata mereka. Saya juga mendirikan sebuah gereja bawah tanah di Dandong. Saya memberikan laporan ini kepada badan intelijen (Korsel),” lanjut Jung-wook.
Kendati demikian, laporan media Korsel itu belum bisa diverifikasi. Sedangkan pihak Pyongyang belum memberikan konfirmasi atas laporan media Korsel tersebut.
Kemarin, juga muncul laporan, bahwa penguasa nomor dua di Korut, Choe Ryong-hae diduga dijebloskan ke penjara, setelah dikabarkan menghilang. Wakil Jong-un itu dikabarkan “disingkirkan” karena alasan pembersihan kroni.
Beberapa bulan lalu, paman Jong-un, Jang Song-thaek dieksekusi dengan cara ditembak mati atas tuduhan korupsi dan pengkhianatan. Sejak itu muncul laporan kroni-kroni Jang juga akan dibersihkan.
Tuduhan itu mengacu kepada laporan yang menyebut, ke-33 orang tersebut telah bekerja sama dengan misionaris Korsel, Kim Jung – wook. Mereka menerima bayaran untuk mendirikan 500 gereja bawah tanah.
Jung - wook ditangkap dan dipenjarakan tahun lalu, atas tuduhan berusaha untuk mendirikan gereja-gereja bawah tanah. Pekan lalu, dia mengadakan konferensi pers, di mana, ia meminta maaf karena melakukan kejahatan anti – negara di Korut, dan memohon agar dibebaskan dari penjara Korut.
Kepada wartawan, Jung-wook mengatakan, bahwa ia ditangkap pada awal Oktober, setelah memasuki wilayah Korut dari China. Dia melakukan perjalanan ke Pyonyang dengan membawa Injil dan bahan-bahan ajaran agama Kristen.
Jung – wook juga mengaku telah menerima bantuan dari badan intelijen Korsel. ”Saya sedang berpikir untuk mengubah Korut menjadi negara agama, dan menghancurkan sistem politik dan pemerintahan yang sekarang,” katanya dalam jumpa pers saat itu.
”Saya menerima uang dari badan intelijen dan mengikuti petunjuk dari mereka, dan mengatur warga Korut untuk bertindak sebagai mata-mata mereka. Saya juga mendirikan sebuah gereja bawah tanah di Dandong. Saya memberikan laporan ini kepada badan intelijen (Korsel),” lanjut Jung-wook.
Kendati demikian, laporan media Korsel itu belum bisa diverifikasi. Sedangkan pihak Pyongyang belum memberikan konfirmasi atas laporan media Korsel tersebut.
Kemarin, juga muncul laporan, bahwa penguasa nomor dua di Korut, Choe Ryong-hae diduga dijebloskan ke penjara, setelah dikabarkan menghilang. Wakil Jong-un itu dikabarkan “disingkirkan” karena alasan pembersihan kroni.
Beberapa bulan lalu, paman Jong-un, Jang Song-thaek dieksekusi dengan cara ditembak mati atas tuduhan korupsi dan pengkhianatan. Sejak itu muncul laporan kroni-kroni Jang juga akan dibersihkan.
(mas)