Gara-gara video, menantu Osama terseret kasus 11/9
Kamis, 06 Maret 2014 - 10:16 WIB
Gara-gara video, menantu Osama terseret kasus 11/9
A
A
A
Sindonews.com – Abu Ghaith, anak menantu pendiri al-Qaeda, Osama Bin Laden, diadili di pengadilan New York. Dia dituduh terlibat serangan 11 September 2001 atau 11/9 terhadap menara WTC yang menewaskan hampir 3 ribu orang.
Tuduhan terhadap menantu Osama itu, tak lepas dari sebuah video, di mana Ghaith muncul bersama Osama, sehari setelah serangan 11/9. Seorang jaksa Amerika Serikat (AS), mengatakan, menantu Osama mengeluarkan kata-kata hasutan untuk membunuh warga AS, setelah serangan mematikan kala itu.
Abu Ghaith, 47, yang pernah menjadi juru bicara al-Qaeda, mengaku tidak bersalah atas tuduhan, bahwa ia bersekongkol untuk membunuh warga AS.
Asisten Jaksa AS, Nicholas Lewin, mengatakan, Ghaith sebagai orator yang berapi-api, yang telah berbicara dengan orang-orang di kamp-kamp pelatihan al- Qaeda pada bulan-bulan sebelum serangan terhadap WTC.
Menurut Lewin, Ghaith telah setuju untuk tampil dalam video untuk menyerukan kekerasan lebih lanjut.”Sementara bangunan kami (WTC) masih terbakar,” katanya, seperti dikutip BBC, semalam (5/3/2014).
”Dia muncul dengan argumen, dan menyatakan, lawanlah teman-teman setan. Bertarunglah dengan al- Qaeda melawan Amerika,” lanjut Lewin. ”Selama lebih dari satu tahun setelah itu, terdakwa menggunakan kekuatan kata-katanya untuk mencoba memperkuat al- Qaeda.”
Ghaith menikah dengan putri sulung Osama bin Laden,Fatima. Dia adalah salah satu pejabat tertinggi al-Qaeda yang diadili di AS, sejak serangan 11/9. Ia diserahkan kepada pejabat AS di Yordania pada tahun 2013 setelah dideportasi dari Turki. Pada Rabu kemarin, pengacara Ghaith yang mengejek pernyataan jaksa.
Tuduhan terhadap menantu Osama itu, tak lepas dari sebuah video, di mana Ghaith muncul bersama Osama, sehari setelah serangan 11/9. Seorang jaksa Amerika Serikat (AS), mengatakan, menantu Osama mengeluarkan kata-kata hasutan untuk membunuh warga AS, setelah serangan mematikan kala itu.
Abu Ghaith, 47, yang pernah menjadi juru bicara al-Qaeda, mengaku tidak bersalah atas tuduhan, bahwa ia bersekongkol untuk membunuh warga AS.
Asisten Jaksa AS, Nicholas Lewin, mengatakan, Ghaith sebagai orator yang berapi-api, yang telah berbicara dengan orang-orang di kamp-kamp pelatihan al- Qaeda pada bulan-bulan sebelum serangan terhadap WTC.
Menurut Lewin, Ghaith telah setuju untuk tampil dalam video untuk menyerukan kekerasan lebih lanjut.”Sementara bangunan kami (WTC) masih terbakar,” katanya, seperti dikutip BBC, semalam (5/3/2014).
”Dia muncul dengan argumen, dan menyatakan, lawanlah teman-teman setan. Bertarunglah dengan al- Qaeda melawan Amerika,” lanjut Lewin. ”Selama lebih dari satu tahun setelah itu, terdakwa menggunakan kekuatan kata-katanya untuk mencoba memperkuat al- Qaeda.”
Ghaith menikah dengan putri sulung Osama bin Laden,Fatima. Dia adalah salah satu pejabat tertinggi al-Qaeda yang diadili di AS, sejak serangan 11/9. Ia diserahkan kepada pejabat AS di Yordania pada tahun 2013 setelah dideportasi dari Turki. Pada Rabu kemarin, pengacara Ghaith yang mengejek pernyataan jaksa.
(mas)