Obama janji tekan Palestina agar akui negara Israel
Rabu, 05 Maret 2014 - 16:49 WIB
Obama janji tekan Palestina agar akui negara Israel
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, berjanji kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa ia akan menekan Palestina untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Poin itu akan menjadi kerangka kerja pembicaraan damai Israel dan Palestina, April nanti.
Israel telah berulang kali menegaskan, bahwa tidak akan ada kesepakatan damai tanpa adanya klausul pengakuan Palestina akan negara Israel. Klausul itu, diklaim Israel sudah dimasukkan dalam poin negoisasi damai Israel dan Palestina. namun belum dipublikasikan.
Pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim, mengatakan, Obama telah bertemu dengan Netanyahu. Dalam pertemuan itu, keduanya menggarisbawahi upaya perdamaian yang dimediatori AS sebagai kesempatan utama.
Obama sendiri dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, sebelumnya,mengatakan, bahwa ia sudah menekan Netanyahu untuk memperlancar perundingan damai April nanti.”Jika tidak sekarang, kapan? Dan jika tidak Anda, Perdana Menteri Netanyahu, lalu siapa?,” kata Obama kepada Netanyahu.
Palestina sejak awal akan mundur dari perundingan damai, jika klausul itu dimasukkan. Karena mereka menolak untuk mengakui sebuah negara yang berdiri di atas tanah Palestina yang diduduki paksa. Pejabat Palestina, Nabil Shaath, kepada AFP Rabu (5/3/2014), sudah menegaskan menolak klausul itu.
Israel telah berulang kali menegaskan, bahwa tidak akan ada kesepakatan damai tanpa adanya klausul pengakuan Palestina akan negara Israel. Klausul itu, diklaim Israel sudah dimasukkan dalam poin negoisasi damai Israel dan Palestina. namun belum dipublikasikan.
Pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim, mengatakan, Obama telah bertemu dengan Netanyahu. Dalam pertemuan itu, keduanya menggarisbawahi upaya perdamaian yang dimediatori AS sebagai kesempatan utama.
Obama sendiri dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, sebelumnya,mengatakan, bahwa ia sudah menekan Netanyahu untuk memperlancar perundingan damai April nanti.”Jika tidak sekarang, kapan? Dan jika tidak Anda, Perdana Menteri Netanyahu, lalu siapa?,” kata Obama kepada Netanyahu.
Palestina sejak awal akan mundur dari perundingan damai, jika klausul itu dimasukkan. Karena mereka menolak untuk mengakui sebuah negara yang berdiri di atas tanah Palestina yang diduduki paksa. Pejabat Palestina, Nabil Shaath, kepada AFP Rabu (5/3/2014), sudah menegaskan menolak klausul itu.
(mas)