Dituduh mencuri, tangan pria Suriah dipotong
Sabtu, 01 Maret 2014 - 13:05 WIB
Dituduh mencuri, tangan pria Suriah dipotong
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok militan radikal di Suriah memotong tangan pria Suriah karena dituduh mencuri. Foto-foto pemotongan tangan itu, bahkan diunggah di akun Twitter mereka.
Melalui Twitter-nya, kelompok militan tersebut mengatakan, hukuman itu berlangsung di Kota Maskanah utara, dekat Aleppo, Suriah. Kelompok itu mengaku sebagai organisasi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Beberapa pengguna akun Twitter yang terkait kelompok itu menyatakan, hukuman potong tangan tepat untuk seorang pencuri. ”Untuk membersihkan dosa-dosanya,” bunyi tweet kelompok militan tersebut, seperti dilansir Mail Online, semalam (28/2/2014).
Namun, akun, foto-foto dan tweet kelompok itu belum bisa diverifikasi keasliannya. Bahkan akun kelompok militan itu sudah diblokir situs pihak Twitter, karena mengumbar foto-foto sadis.
Kelompok ini dibentuk pada April 2013 dan tumbuh dari organisasi afiliasi Al-Qaeda di Irak. Tapi, pada 3 Februari 2014, al-Qaeda menolak mengakui keterkaitannya kelompok tersebut, karena bertindak terlalu ekstrem.
Salah satu pemimpinnya, Abu Bakr al - Baghdadi, telah ditetapkan sebagai buronan utama Pemerintah Irak, setelah melakukan serangkaian serangan teroris. Kelompok itu kemudian beroperasi di Suriah untuk ikut memerangi pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Melalui Twitter-nya, kelompok militan tersebut mengatakan, hukuman itu berlangsung di Kota Maskanah utara, dekat Aleppo, Suriah. Kelompok itu mengaku sebagai organisasi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Beberapa pengguna akun Twitter yang terkait kelompok itu menyatakan, hukuman potong tangan tepat untuk seorang pencuri. ”Untuk membersihkan dosa-dosanya,” bunyi tweet kelompok militan tersebut, seperti dilansir Mail Online, semalam (28/2/2014).
Namun, akun, foto-foto dan tweet kelompok itu belum bisa diverifikasi keasliannya. Bahkan akun kelompok militan itu sudah diblokir situs pihak Twitter, karena mengumbar foto-foto sadis.
Kelompok ini dibentuk pada April 2013 dan tumbuh dari organisasi afiliasi Al-Qaeda di Irak. Tapi, pada 3 Februari 2014, al-Qaeda menolak mengakui keterkaitannya kelompok tersebut, karena bertindak terlalu ekstrem.
Salah satu pemimpinnya, Abu Bakr al - Baghdadi, telah ditetapkan sebagai buronan utama Pemerintah Irak, setelah melakukan serangkaian serangan teroris. Kelompok itu kemudian beroperasi di Suriah untuk ikut memerangi pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad.
(mas)